MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Momen perayaan hari raya Idulfitri selalu identik dengan hidangan yang menggugah selera di atas meja makan. Berbagai sajian khas seperti opor ayam, rendang, hingga lontong sayur seolah menjadi magnet yang sulit untuk dihindari.
Godaan untuk mencicipi satu porsi kecil seringkali berujung pada penambahan piring berkali-kali. Tanpa disadari, asupan makanan yang berlebihan ini mulai memberikan dampak signifikan terhadap kondisi fisik.
Setelah kalap menikmati hidangan tersebut, banyak orang merasakan badan menjadi berat, diikuti rasa kantuk yang luar biasa. Kondisi ini seringkali memicu keinginan untuk bermalas-malasan atau rebahan sepanjang hari.
Fenomena pasca-santap hidangan Lebaran ini memiliki penjelasan ilmiah dari sisi nutrisi. Perlu dipahami bahwa jenis makanan yang dominan dikonsumsi saat perayaan memiliki profil gizi tertentu.
Menurut pakar, makanan seperti opor ayam dan rendang dikenal memiliki kandungan lemak dan kalori yang sangat tinggi. Asupan berlebihan dari kedua komponen ini memicu respons tertentu dalam tubuh.
Dokter spesialis gizi klinik memberikan pandangan mengenai reaksi tubuh terhadap konsumsi makanan tinggi lemak dan kalori tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa energi seolah terkuras mendadak.
"Kondisi ini karena makanan seperti opor ayam hingga rendang tinggi akan lemak dan kalori," ujar dr Raissa E Djuanda, SpGK AIFO-K FINEM.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa komposisi makronutrien dalam hidangan khas Lebaran menjadi faktor utama penyebab rasa lemas dan mengantuk setelah makan besar.
Oleh karena itu, mengelola porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi selama periode perayaan sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan tingkat energi tubuh.