MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Pemerintah Singapura mengambil sikap proaktif dalam menghadapi peningkatan penularan penyakit campak di wilayahnya. Langkah ini diambil setelah terdeteksi adanya lonjakan kasus yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Sebanyak 12 kasus baru dilaporkan, di mana empat di antaranya teridentifikasi berada dalam satu klaster penularan yang sama. Situasi ini mendorong otoritas kesehatan untuk segera meninjau dan memperbarui langkah-langkah pencegahan yang berlaku.
Langkah-langkah kesehatan masyarakat yang telah diperbarui ini dijadwalkan akan mulai diberlakukan secara resmi pada hari Rabu, tanggal 1 April 2026. Penyesuaian protokol ini diharapkan dapat menahan laju penyebaran virus campak di tengah masyarakat.
Dengan tambahan kasus terbaru tersebut, total akumulasi kasus campak yang tercatat di Singapura sepanjang tahun ini telah mencapai angka 23 kasus. Angka ini menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan pengetatan kebijakan.
Communicable Diseases Agency (CDA) Singapura, atau Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, memberikan rincian mengenai temuan kasus tersebut. Mereka mengkonfirmasi adanya peningkatan kasus yang perlu diwaspadai.
CDA menyebutkan bahwa 12 kasus baru tersebut dilaporkan dalam periode waktu yang relatif singkat, yakni antara tanggal 1 Februari hingga 24 Maret. Periode ini menunjukkan adanya percepatan penularan yang perlu diatasi segera.
Lebih lanjut, seluruh pasien yang terkonfirmasi positif campak tersebut merupakan warga negara Singapura. Hal ini menunjukkan bahwa penularan terjadi secara domestik di dalam wilayah negara tersebut.
"Seluruh pasien merupakan warga Singapura, dengan enam di antaranya memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri," ujar perwakilan CDA, menggarisbawahi pentingnya pemantauan kontak erat dari kasus impor.
Fakta bahwa enam dari belas pasien baru tersebut memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri menjadi catatan penting bagi otoritas kesehatan. Hal ini mengindikasikan potensi risiko penularan dari kunjungan internasional.