MEDIAKOMPETEN.CO.ID - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) sukses membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2025. Kinerja keuangan positif ini merupakan cerminan langsung dari peningkatan kinerja operasional yang berhasil dicapai perseroan.

Peningkatan performa ini menjadi indikator kuat bahwa strategi operasional yang diterapkan perusahaan mulai membuahkan hasil maksimal dalam periode yang sama. Hal ini menunjukkan efisiensi yang lebih baik dalam seluruh lini bisnis Inalum.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, memberikan keterangan resmi mengenai capaian keuangan perusahaan pada tahun fiskal 2025. Angka-angka tersebut menunjukkan tren peningkatan yang substansial dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Menurut keterangan yang disampaikan, laba bersih perusahaan pada tahun 2025 tercatat mencapai US$ 142,8 juta. Angka ini setara dengan sekitar Rp 2,42 triliun, dengan asumsi kurs ditetapkan pada Rp 17.002 per Dolar Amerika Serikat.

Capaian laba bersih tersebut mengalami kenaikan sekitar 15% jika dibandingkan dengan hasil perolehan pada tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, laba bersih Inalum tercatat sebesar US$ 123,7 juta, atau setara dengan sekitar Rp 2,1 triliun.

"Laba bersih perusahaan tercatat sebesar US$ 142,8 juta atau sekitar Rp 2,42 triliun (kurs Rp 17.002) sepanjang 2025," jelas Melati Sarnita.

Lebih lanjut, Direktur Utama Inalum juga menyoroti perkembangan positif pada metrik Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) perseroan. Angka EBITDA menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dalam tiga tahun terakhir.

EBITDA Inalum pada tahun 2025 tercatat mencapai US$ 208,8 juta, menandakan peningkatan performa yang luar biasa. Angka ini merupakan lonjakan substansial dari tahun-tahun sebelumnya yang berhasil dilampaui.

"Angka tersebut meningkat sekitar 60% dari US$ 130,2 juta pada 2024 dan US$ 58,9 juta pada 2023," kata Melati Sarnita, menggarisbawahi progres peningkatan EBITDA secara kumulatif.