MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Sebuah fenomena menarik tengah menjadi sorotan publik di platform media sosial Instagram, khususnya melalui sebuah video yang menjadi viral. Konten tersebut mengklaim adanya korelasi antara cara seseorang memegang ponsel pintar atau gawai lainnya dengan status kekayaan mereka yang sesungguhnya.

Perempuan yang dikenal dengan nama Jamie menjadi narasumber utama dalam pembahasan ini. Ia menyoroti bagaimana banyak orang terperangkap dalam siklus yang didorong oleh kebutuhan akan dopamin melalui interaksi digital. Kebiasaan ini seringkali termanifestasi dalam sesi scrolling yang memakan waktu berjam-jam lamanya.

Jamie menjelaskan bahwa intensitas scrolling yang tinggi seringkali bukan sekadar hiburan semata, melainkan sebuah mekanisme pelarian diri. Menurutnya, kebiasaan ini muncul ketika pikiran seseorang sudah terlalu padat dan membutuhkan jeda dari rutinitas harian.

"Kebanyakan orang memiliki kecanduan dopamin dan scrolling berjam-jam, termasuk dirinya," ungkap Jamie mengenai pengamatan pribadinya terhadap perilaku pengguna gawai saat ini.

Lebih lanjut, ia menghubungkan perilaku ini dengan tingkat stres dan beban kerja yang dihadapi oleh individu tersebut. Jamie mencatat bahwa mereka yang sering melakukan doomscrolling adalah kelompok yang secara aktif mencari 'istirahat' dari realitas hidup mereka.

"Dia mencatat orang yang sering doomscroll (keseringan scroll) dan butuh 'istirahat' dari hidup adalah orang-orang yang terlalu banyak bekerja sehingga burned out," ujar Jamie mengenai interpretasinya terhadap perilaku scrolling intens.

Implikasi dari temuan observasional ini kemudian ditarik menjadi sebuah kesimpulan yang lebih tegas mengenai gaya hidup. Jika seseorang sangat rentan terhadap kelelahan digital dan burnout, hal tersebut mengindikasikan pola hidup yang berbeda.

Jamie menegaskan bahwa adanya kebutuhan konstan untuk 'melarikan diri' melalui layar ponsel merupakan sinyal adanya ketidakseimbangan dalam manajemen waktu dan energi. "Itu berarti mereka adalah orang yang tidak menjalankan kehidupan yang mewah," tegas Jamie.

Kesimpulan yang disampaikan Jamie menyarankan bahwa kemewahan sejati mungkin tidak tercermin dari kesibukan yang menyebabkan kelelahan ekstrem, melainkan dari kebebasan untuk tidak terus-menerus mencari pelarian digital.