Ancam dan Peras Petugas PLN, Seorang Pria asal BNS Ditangkap Polsek Semaka

Lampung Tanggamus Hukum & Kriminal Administrator - Dipost pada 14 Hari yang lalu
Bagikan Whatsapp
70
Tanggamus,(MKNEWS.ID)---Unit Reskrim Polsek Semaka Polres Tanggamus Lampung mengamankan pria 43 tahun berinisial  ZL (43) warga Pekon Sanggi Kecamatan Bandar Negri Semuong (BNS) Tanggamus dalam persangkaan, Pemerasan dan Pengancaman, pelaku diamankan bersama barang bukti berupa sebilah pisau garpu  warna coklat gagang kayu,  uang tunai Rp250 ribu, handphone Samsung lipat dan dompet warna hitam berisi KTP, Jumat (19/2/21) siang.

Kapolsek Semaka Iptu Heri Yulianto, 
mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, SIK, mengatakan, tersangka ditangkap atas laporan Andar (43) petugas PLN warga Gunung Sugih, Lampung Tengah selaku korban pemerasan dengan pengancaman oleh tersangka.

"Pemerasan disertai pengancaman pada Jum'at tanggal 19 Februari 2021 sekitar pukul 10.30 Wib di Dusun Tumpak Bayur Pekon Sukaraja Kecamatan Semaka,"ungkap, Iptu Heri Yulianto. 

Sambungnya, dalam penangkapan tersangka turut diamankan barang bukti berupa sebilah pisau garpu  warna coklat gagang kayu,  uang tunai Rp250 ribu, handphone Samsung lipat dan dompet warna hitam berisi KTP tersangka.

"Tersangka ditangkap tidak jauh dari lokasi bekerja korban, sebab korban merasa ketakutan atas ancaman tersangka," ujarnya.

Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian, tersangka mendatangi korban yang sedang mengerjakan pekerjaan pemasangan kabel PLN dan memaksa untuk diberi sejumlah uang dengan cara mengancam dan menakuti korban.

Karena merasa takut dan terancam korban memberikan uang sebesar Rp100 ribu dan setelah mendapatkan uang itu tersangka pergi meninggalkan korban, lantas korban melaporkan ke Polsek Semaka.

Polisi dan tidak lama kemudian polisi berhasil mengamankan pelaku yg saat itu tidak jauh dr tkp dan membawa serta mengamankan pelaku ke mapolsek semaka. 

Ditambahkan Kapolsek, bahwa selama ini tersangka dikenal sangat meresahkan dengan seringnya melakukan pemerasan di sejumlah tempat, namun para korban tidak berani melapor sebab dia selalu mengancam,jelasnya.

"Berdasarkan penyelidikan sebelumnya, tersangka ini memang sering melakukan pemerasan di Pasar Kuncoro, pabrik-pabrik penggilingan padi hingga sopir mobil box di Sudimoro, namun para korban tidak melapor," imbuhnya.

Saat ini tersangka ditahan berikut barang buktinya ditahan di Polsek Semaka guna proses penyidikan lebih lanjut.
"Terhadapnya dipersangkakan pasal 368 KUHPidana, ancaman maksimal 9 tahun penjara," tandasnya.

Sementara itu, menurut tersangka, pemerasan dilakukannya karena tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga uang yang dihasilkannya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

"Uangnya dipakai kebutuhan sehari-hari dirumah," ucap tersangka berbadan kecil tersebut. 
Laporan. NN.M. Ibnu hibban
ADS
E-PAPER
VIDEO NEWS
Playlist