MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Fenomena masyarakat yang jatuh sakit setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Banyak warga mengeluhkan kondisi fisik yang menurun secara tiba-tiba setelah menjalani rangkaian aktivitas mudik dan silaturahmi.
Beragam gejala dilaporkan oleh para pengguna internet, mulai dari gangguan pernapasan ringan hingga masalah pada sistem pencernaan. Keluhan ini muncul seiring dengan berakhirnya masa libur panjang yang biasanya diisi dengan perjalanan jauh dan konsumsi makanan yang tidak teratur.
Berdasarkan pantauan pada Selasa (23/3/2026), sejumlah unggahan di media sosial menunjukkan keresahan serupa dari para netizen. Hal ini menunjukkan adanya pola kesehatan yang seragam di tengah masyarakat pasca-momen Lebaran, sebagaimana dilansir dari detikcom.
"Begitu masa Lebaran usai, saya mendadak mengalami radang tenggorokan secara tiba-tiba," ungkap salah satu netizen dalam unggahan di platform TikTok.
"Kondisi tubuh setelah Lebaran terasa sangat melelahkan, disertai pusing, sakit perut, dan berbagai keluhan kesehatan lainnya," tulis netizen lainnya di kolom komentar.
Menanggapi tren tersebut, pakar kesehatan memberikan penjelasan medis mengenai penyebab di balik banyaknya warga yang jatuh sakit secara bersamaan. Faktor kelelahan fisik dan perubahan pola makan selama hari raya ditengarai menjadi pemicu utama.
Dokter spesialis penyakit dalam, Andi Khomeini Takdir Haruni, sebelumnya juga telah mengonfirmasi adanya tren peningkatan kasus penyakit ringan tersebut. Ia menilai fenomena ini berkaitan erat dengan aktivitas fisik yang sangat intens selama masa libur.
"Banyak anggota masyarakat yang mendadak terserang flu dan batuk setelah Lebaran karena tingginya frekuensi interaksi sosial selama perayaan," kata Andi Khomeini Takdir Haruni.
Interaksi sosial yang masif memungkinkan penyebaran virus dan bakteri terjadi lebih cepat di antara kerabat atau tamu yang berkunjung. Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun akibat kurang istirahat membuat seseorang lebih rentan terpapar penyakit.