MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Kemampuan persenjataan Republik Islam Iran kembali menjadi sorotan utama dunia internasional menyusul dugaan penggunaan rudal balistik Khorramshahr-4. Rudal ini diduga digunakan dalam serangan yang ditujukan ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia.

Serangan yang terjadi pada tanggal 21 Maret 2026 tersebut, meskipun diklaim tidak menimbulkan kerusakan material, memiliki dampak signifikan terhadap persepsi keamanan global. Hal ini disebabkan oleh jangkauan rudal yang mencapai sekitar 4.000 kilometer, jauh melampaui klaim resmi Iran sebelumnya yang hanya berkisar pada 2.000 kilometer.

Dilansir dari Bloomberg, aksi militer ini mengindikasikan bahwa kapabilitas senjata Iran berada pada tingkat yang melampaui perkiraan intelijen sebelumnya. Pangkalan Diego Garcia merupakan lokasi strategis yang krusial sebagai basis operasional bagi pesawat pengebom siluman B-2 milik Amerika Serikat.

Lokasi pangkalan tersebut berjarak hampir 4.000 kilometer atau sekitar 2.500 mil dari wilayah Iran. Menurut sumber yang mengetahui insiden tersebut, ini menandai pertama kalinya dalam konflik yang telah berlangsung beberapa pekan, Iran berhasil menunjukkan kapabilitas menyerang target sejauh itu.

Sejumlah pakar keamanan menduga bahwa Iran mungkin telah memodifikasi rudal tersebut atau bahkan mengadaptasi teknologi peluncuran satelit guna mencapai jarak tempuh ekstrem tersebut. Pakar keamanan William Alberque menyatakan bahwa kemampuan ini "tidak pernah diperkirakan sebelumnya."

William Alberque menduga adanya penyesuaian teknis untuk mencapai jarak tersebut, seperti "Ia menduga Iran mengurangi bobot rudal atau bahkan melepas hulu ledak untuk memperpanjang jangkauan," ujar William Alberque.

Sementara itu, Jeffrey Lewis dari James Martin Center berpendapat bahwa Iran memiliki basis teknologi dari roket sipil yang ada. "Jeffrey Lewis dari James Martin Center menilai Iran memiliki roket sipil seperti Zoljanah yang secara teori bisa diubah menjadi rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan hingga 4.000-5.000 km," kata Jeffrey Lewis.

Dengan potensi jangkauan hingga 4.000 km, secara teori kota-kota besar di Eropa, termasuk London dan Paris, berpotensi masuk dalam radius efektif serangan rudal tersebut. Namun, masih belum ada kepastian mengenai volume produksi rudal dengan kemampuan jarak jauh ini.

Khorramshahr-4 sendiri telah diresmikan pada Mei 2023 dan merupakan bagian penting dari persenjataan canggih yang dimiliki oleh IRGC, Pasukan Garda Revolusi Iran. Rudal ini juga memiliki kemampuan diluncurkan dari kendaraan mobile (TEL), yang mempersulit deteksi dini sebelum peluncuran dilakukan.