MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Bayang-bayang cuaca ekstrem kini tengah mengintai wilayah Indonesia seiring dengan munculnya prediksi fenomena alam yang tidak biasa. Fenomena ini diperkirakan akan membawa perubahan signifikan pada pola cuaca di tanah air dalam waktu dekat.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan peringatan dini mengenai potensi munculnya El Nino dengan intensitas yang sangat kuat. Fenomena yang mendapatkan julukan "Godzilla" ini diprediksi akan menyambangi wilayah Indonesia pada tahun ini.

Kehadiran El Nino dengan skala besar tersebut diperkirakan akan memicu pergeseran musim yang cukup ekstrem bagi masyarakat. Dampak utamanya adalah durasi musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung jauh lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kondisi ini tidak hanya soal durasi, namun juga tingkat kekeringan yang akan dirasakan di berbagai daerah. Wilayah Indonesia bagian barat dan selatan menjadi area yang paling diwaspadai akan terdampak oleh cuaca kering yang intens tersebut.

"Fenomena El Nino 'Godzilla' ini pada dasarnya merupakan sebuah anomali pemanasan suhu permukaan laut yang terjadi secara signifikan di kawasan Samudra Pasifik ekuator," jelas Erma Yulihastin.

Peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN tersebut memberikan penjelasan teknis mengenai bagaimana pemanasan di Pasifik tersebut memengaruhi kondisi atmosfer global. Hal ini menjadi dasar bagi para ahli dalam memetakan potensi bencana kekeringan di tanah air.

"Situasi tersebut berpotensi besar menyebabkan musim kemarau di wilayah Indonesia menjadi terasa lebih panjang dan juga jauh lebih kering," kata Erma Yulihastin.

Informasi mengenai ancaman cuaca ekstrem ini disampaikan secara resmi melalui kanal media sosial lembaga riset negara tersebut. Penjelasan mendalam mengenai fenomena ini diunggah melalui akun Instagram resmi @brin_indonesia sebagaimana dilansir dari detikcom pada Selasa (24/3/2026).

Masyarakat pun diimbau untuk mulai mewaspadai dampak kesehatan yang mungkin muncul akibat paparan suhu panas yang menyengat. Persiapan mitigasi bencana kekeringan menjadi langkah penting yang perlu dilakukan oleh pemerintah maupun warga secara mandiri untuk menghadapi tantangan iklim ini.