MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Gelombang pembangunan pusat data (data center) yang didorong oleh kebutuhan Kecerdasan Buatan (AI) kini mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap rantai pasok industri perangkat keras global. Efek berantai ini telah terasa sejak kelangkaan memori, namun kini merembet ke komponen inti komputasi.

Sebelumnya, industri telah menghadapi kendala pasokan pada komponen memori seperti DRAM dan NAND Flash. Kini, masalah tersebut meluas dengan adanya laporan mengenai pasokan prosesor dari produsen besar seperti Intel dan AMD yang mulai mengalami hambatan distribusi.

Keterbatasan pasokan ini menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan produsen perangkat keras, baik untuk segmen PC maupun server enterprise. Mereka melaporkan kesulitan substansial dalam mendapatkan jumlah Unit Pemroses Sentral (CPU) yang memadai sesuai dengan permintaan pasar yang terus meningkat.

Situasi ini secara langsung berimplikasi pada stabilitas harga dan jadwal produksi. Ada proyeksi bahwa keterlambatan pengadaan komponen ini dapat memaksa produsen menaikkan harga jual perangkat secara keseluruhan.

Kenaikan harga perangkat diperkirakan berada dalam rentang estimasi 10 hingga 15 persen akibat tekanan dari sisi pasokan komponen utama ini. Informasi mengenai situasi ini didapatkan oleh detikINET dari publikasi Techspot pada hari Jumat, 27 Maret 2026.

Perusahaan teknologi besar yang menjadi integrator sistem dan produsen perangkat terkemuka turut menyoroti memburuknya kondisi ini. Produsen seperti Dell dan HP secara terbuka menyatakan bahwa situasi pasokan telah mengalami degradasi signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Salah satu indikator paling jelas dari krisis ini adalah waktu tunggu pengadaan server. "Lead time pengadaan server bahkan melonjak dari hitungan minggu menjadi beberapa bulan," ujar perwakilan industri yang dikutip dari Techspot, Jumat (27/3/2026).

Situasi ini diprediksi tidak akan membaik dalam waktu dekat, bahkan diperkirakan akan semakin menantang saat memasuki periode kuartal kedua tahun 2026. Hal ini menambah tekanan pada industri yang sedang berupaya memenuhi lonjakan permintaan infrastruktur AI.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Inet.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.