MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Peristiwa kecelakaan laut kembali terjadi di wilayah Sumatera Utara, tepatnya di kawasan perairan Kabupaten Batu Bara. Sebuah kapal yang mengangkut puluhan wisatawan dilaporkan mengalami insiden karam saat sedang berlayar di area tersebut.

Lokasi kejadian nahas tersebut diketahui berada di sekitar perairan Pulau Salah Namo. Wilayah ini memang dikenal sebagai salah satu destinasi yang sering dikunjungi oleh para pelancong karena keindahan alam bawah lautnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat total 64 orang wisatawan yang berada di dalam kapal tersebut saat insiden terjadi. Beruntung, koordinasi penyelamatan yang cepat membuahkan hasil positif bagi seluruh penumpang yang ada di atas kapal.

Otoritas keamanan setempat memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Seluruh wisatawan yang sempat terombang-ambing di laut berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Meskipun seluruh penumpang dinyatakan selamat, pihak kepolisian tidak tinggal diam dan segera melakukan langkah investigasi. Dua orang anak buah kapal (ABK) yang bertugas saat itu langsung diamankan untuk dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.

Dilansir dari rilis kepolisian setempat, proses pemeriksaan ini melibatkan gabungan personel dari berbagai unit untuk memastikan transparansi penyelidikan. Langkah ini diambil untuk mengetahui secara pasti penyebab utama tenggelamnya kapal wisata tersebut.

"Pihak kepolisian melalui Satuan Reserse Kriminal Polres Batu Bara dan personel Unit Markas Airud telah melakukan pengambilan keterangan terhadap nakhoda serta awak kapal yang bersangkutan," ujar Ipda Hendrico P. Kaban.

Insiden ini dilaporkan terjadi pada hari Rabu, 25 Maret 2026, dan langsung menarik perhatian warga serta otoritas terkait. Kehadiran aparat di lokasi memastikan proses penanganan pasca-kejadian berjalan dengan kondusif dan tertib tanpa kendala berarti.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami apakah ada unsur kelalaian prosedur atau faktor cuaca ekstrem yang memicu kecelakaan tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan selalu memastikan kelaikan armada sebelum melakukan perjalanan wisata di laut.