MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Pemerintah Jepang tengah mencari solusi efektif untuk menangani lonjakan jumlah wisatawan mancanegara yang sangat masif di berbagai wilayah. Salah satu langkah strategis yang dipertimbangkan adalah penerapan sistem harga ganda di berbagai objek wisata populer.

Japan Tourism Agency kini sedang bergerak cepat untuk menyusun regulasi resmi terkait kebijakan tersebut. Hal ini dilakukan agar terdapat standarisasi yang jelas bagi pengelola tempat wisata di seluruh negeri Sakura agar tetap kompetitif.

"Kami berencana menyusun aturan baru terkait penerapan tarif berbeda bagi wisatawan sebagai respons atas meningkatnya jumlah kunjungan asing ke negara ini," ujar pihak Japan Tourism Agency.

Dalam pelaksanaannya, sebuah panel ahli akan segera dibentuk untuk merumuskan pedoman teknis yang komprehensif. Panel ini bertugas memastikan bahwa sistem harga ganda memiliki landasan hukum dan etika yang kuat bagi industri pariwisata.

"Japan Tourism Agency akan membentuk panel ahli untuk merumuskan pedoman sistem harga ganda agar kebijakan ini dapat diimplementasikan dengan baik," kata perwakilan badan tersebut.

Kebijakan ini nantinya tidak hanya menyasar turis internasional, tetapi juga bisa berdampak pada mobilitas domestik. Skema harga akan dirancang secara proporsional sesuai dengan asal domisili pengunjung yang datang ke lokasi tertentu.

"Sistem ini memungkinkan tarif lebih tinggi diberlakukan bagi wisatawan asing maupun pengunjung dari luar daerah dibandingkan warga lokal," tutur pihak Japan Tourism Agency.

Kebijakan ini sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya baru di Jepang, karena beberapa wilayah sudah mulai bereksperimen secara mandiri. Sejumlah pemerintah daerah telah mengambil inisiatif untuk menyesuaikan tarif masuk demi menjaga fasilitas publik mereka.

"Langkah tersebut diambil sebagai respons atas lonjakan jumlah wisatawan mancanegara dalam beberapa waktu terakhir yang mulai membebani kapasitas lokal," ujar perwakilan pemerintah daerah setempat.