MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Tingginya minat masyarakat untuk kembali menapaki Gunung Rinjani terbukti nyata dengan cepatnya habisnya kuota pendakian yang disediakan untuk awal pembukaan. Pembukaan kembali jalur pendakian ikonik ini dijadwalkan resmi berlangsung pada 1 April 2026 mendatang.

Antusiasme yang luar biasa dari para pendaki ini langsung direspons cepat oleh pihak pengelola kawasan. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengambil langkah strategis untuk memastikan semua jalur siap menyambut lonjakan kunjungan.

Respons tersebut berupa percepatan program perbaikan pada enam jalur pendakian utama di Gunung Rinjani. Proses pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur ini ditargetkan selesai sebelum tanggal pembukaan resmi.

Menurut informasi yang ada, pekerjaan perbaikan seluruh jalur pendakian tersebut secara resmi telah dimulai sejak hari Rabu, tepatnya pada tanggal 25 Maret 2026. Upaya ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pendaki.

Ketua Kelompok Kerja World Class Mountaineering Balai TNGR, Budi Soesmardi, memberikan keterangan mengenai jadwal dimulainya pemeliharaan. Hal ini menunjukkan keseriusan pengelola dalam mempersiapkan Rinjani.

"Perbaikan keenam jalur pendakian Gunung Rinjani dimulai saat aktivitas pendakian masih ditutup," ujar Budi Soesmardi. Pernyataan ini menegaskan bahwa pemeliharaan dilakukan saat kawasan sedang dalam masa penutupan.

Lebih lanjut, Budi Soesmardi menjelaskan cakupan pekerjaan yang akan dilakukan pada jalur-jalur tersebut. Fokus utama adalah memastikan setiap titik jalur dalam kondisi prima untuk menunjang kegiatan pendakian.

"Seluruh jalur bakal disisir untuk dilakukan maintenance," kata Ketua Kelompok Kerja World Class Mountaineering Balai TNGR tersebut. Proses penyisiran ini mencakup pengecekan menyeluruh terhadap kondisi fisik jalur pendakian.

Antisipasi terhadap permintaan tinggi yang menyebabkan kuota ludes ini menjadi prioritas utama Balai TNGR. Hal ini diharapkan dapat mengakomodasi tingginya minat pendakian yang sempat tertunda.