Perayaan Imlek Nasional tahun 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, akan dikawal ketat oleh 722 personel gabungan dari berbagai instansi. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kelancaran seluruh rangkaian acara, yang diperkirakan akan dihadiri oleh ribuan masyarakat dari berbagai kalangan. Sinergi antara TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Dinas Kesehatan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta perayaan.
Kombes Pol Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menegaskan bahwa pengamanan akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari persiapan hingga selesainya acara. "Giat pengamanan Perayaan Imlek Nasional Tahun 2026 ini melibatkan 722 personel yang terlatih dan siap mengamankan setiap sudut Lapangan Banteng dan sekitarnya," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Rincian personel yang terlibat meliputi 401 personel dari Polda Metro Jaya, 125 personel dari unsur TNI, 40 personel dari Satpol PP, 20 personel dari Dinas Perhubungan, 21 personel dari Dinas Pemadam Kebakaran, dan 15 personel dari Dinas Kesehatan. Pembagian tugas ini menunjukkan koordinasi yang baik antar instansi dalam menghadapi potensi gangguan keamanan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Pengamanan Imlek Nasional kali ini memiliki arti penting karena perayaan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi juga merupakan momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan persatuan bangsa. Kehadiran Presiden dan Wakil Presiden RI dalam acara puncak menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap keberagaman budaya dan tradisi di Indonesia.
Fokus Pengamanan: Kirab Budaya dan Pengaturan Lalu Lintas
Salah satu fokus utama pengamanan adalah pelaksanaan kirab budaya yang akan menjadi bagian dari perayaan Imlek Nasional. Kirab ini akan melibatkan berbagai kelompok seni dan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Tionghoa, serta elemen-elemen budaya Nusantara yang memperkuat semangat kebhinekaan.
Kompol Robby Hefados, Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa 150 personel disiagakan khusus untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas selama kirab berlangsung. "Kami akan memastikan kelancaran lalu lintas dengan melakukan pengaturan dan pengalihan arus secara situasional," jelasnya.
Rute kirab akan dimulai dari depan Gereja Katedral, sebuah simbol kerukunan antar umat beragama di Indonesia, menuju Lapangan Banteng. Rute ini dipilih karena melewati beberapa landmark penting di Jakarta Pusat, sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Adapun rincian rute kirab adalah sebagai berikut: