Gerbang Tol Purwomartani, dengan gardu-gardu birunya yang tertata rapi di bawah atap baja hitam yang kokoh, menjadi penanda penting dalam perjalanan mudik . Tol Prambanan-Purwomartani, yang menghubungkan dua wilayah strategis ini, hadir sebagai solusi untuk memecah kepadatan lalu lintas dan mempersingkat waktu tempuh perjalanan. Tulisan "Gerbang Tol Purwomartani" terpampang jelas dari kejauhan, dipercantik dengan aksara Jawa yang khas, sebuah simbol yang menandakan bahwa Anda telah memasuki wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saat kendaraan melaju melewati gerbang tol ini, mata akan dimanjakan dengan bentangan beton pucat yang membentang lurus ke depan. Namun, perlu diingat bahwa jalan tol ini masih dalam tahap penyelesaian. Permukaan jalan belum sepenuhnya seragam, dengan beberapa segmen menampilkan warna lapisan beton yang berbeda. Marka jalur pun belum terpasang secara menyeluruh, sehingga pengemudi perlu ekstra hati-hati.

Di beberapa titik, kendaraan akan melewati sambungan jembatan atau expansion joint. Sebagian sambungan terasa sedikit menonjol dari permukaan jalan, memberikan sedikit guncangan saat melintas. Pada bagian lain, badan jalan mungkin belum sepenuhnya rata seperti ruas tol yang sudah lama beroperasi. Hal ini wajar mengingat tol ini masih dalam tahap fungsional, yang berarti belum semua fasilitas pendukung tersedia secara permanen.

Aktivitas proyek pun masih terlihat di beberapa bagian. Pekerja dengan rompi oranye tampak sibuk merapikan pagar pengaman di tepi jalur, memastikan keselamatan pengguna jalan. Sejumlah alat berat masih terparkir di pinggir ruas tol, siap digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa.

Namun, di balik kesibukan pembangunan, pemandangan alam yang indah tetap memanjakan mata. Di sisi kiri jalan, hamparan persawahan membentang luas, dihiasi dengan pepohonan hijau dan jalan tanah yang membelah petak-petak lahan. Sebagian sawah berwarna hijau oleh tanaman padi muda, memberikan nuansa kesegaran, sementara sebagian lain berwarna cokelat, menunggu untuk ditanami.

Tak jauh dari badan tol, rumah-rumah penduduk berdiri dengan kokoh di balik pagar beton. Atap-atap genteng merah mereka muncul di antara pepohonan, menciptakan pemandangan yang hangat dan ramah. Dari kejauhan, siluet Gunung Merapi tampak menjulang samar di balik lapisan awan tipis, memberikan latar belakang yang megah dan menenangkan.

Gerbang Purwomartani: Selamat Datang di Yogyakarta

Keberadaan aksara Jawa di atas Gerbang Tol Purwomartani bukan tanpa alasan. Ahmad Izzi, Tenaga Ahli Utama Bidang Umum Humas dan Administrasi BUJT Jasa Marga Jogja-Solo, menjelaskan bahwa aksara Jawa tersebut berfungsi sebagai penanda bahwa pengguna jalan telah memasuki wilayah Yogyakarta. "Kalau ada yang bertanya kenapa di gerbang ini ada aksara Jawa, ya karena ini sudah masuk wilayah Jogja," ujarnya.

Secara struktur, jalan tol ini sebenarnya sudah layak dilalui kendaraan. Namun, Ahmad Izzi mengakui bahwa sejumlah fasilitas pendukung masih bersifat sementara. "Secara fisik, secara struktur sudah boleh dilalui. Tapi sarana pelengkap seperti pagar pengaman dan rambu masih banyak yang temporer," jelasnya.