MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Sebuah insiden tak biasa mengguncang ketenangan penumpang dalam penerbangan jarak jauh British Airways dari Hong Kong menuju London. Bau tak sedap yang menyebar di seluruh kabin menjadi misteri yang mengganggu perjalanan udara tersebut.
Sumber dari aroma tidak menyenangkan itu akhirnya teridentifikasi sebagai jenazah seorang penumpang wanita yang telah meninggal dunia di tengah penerbangan. Kejadian ini menambah nuansa kelam pada rute penerbangan internasional yang seharusnya berjalan lancar.
Pesawat yang terlibat dalam insiden ini adalah tipe Airbus A350-1000 milik maskapai British Airways. Penerbangan tersebut baru saja lepas landas dari Bandara Internasional Hong Kong dengan tujuan akhir Bandara Heathrow di Inggris.
Tidak lama setelah pesawat mencapai ketinggian jelajah, kabar duka datang dari salah seorang penumpang. Seorang wanita yang diperkirakan berusia 60-an tahun dinyatakan telah meninggal dunia di dalam kabin.
Meskipun telah terjadi insiden fatal, pihak pilot mengambil keputusan untuk tidak melakukan pendaratan darurat. Mereka memilih untuk melanjutkan seluruh jadwal penerbangan hingga pesawat tiba di destinasi akhir di London Heathrow.
Keputusan ini merujuk pada regulasi internasional mengenai penanganan jenazah di pesawat penumpang. "Dalam penerbangan penumpang yang telah meninggal atau mayat di dalam pesawat dianggap sebagai situasi yang tidak darurat," merujuk pada aturan International Air Transport Association (IATA).
Situasi ini memaksa penumpang lain untuk berada dalam satu kabin yang sama dengan jenazah selama kurang lebih 13 jam penerbangan. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai protokol penanganan situasi sensitif di udara.
Kisah dramatis ini telah terungkap ke publik melalui berbagai media massa internasional. Dilansir dari The Sun, peristiwa ini terjadi pada hari Jumat, 27 Maret 2026.
Dilansir dari The Sun, "Penumpang penerbangan jarak jauh British Airways rute Hong Kong menuju London digegerkan oleh bau busuk yang menyebar di kabin," Jumat (27/3/2026).