MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Konflik yang sedang memanas di kawasan Timur Tengah kini mulai menunjukkan dampak nyata pada sektor pariwisata Malaysia. Industri perjalanan dan akomodasi di negara tersebut menghadapi tantangan besar akibat ketidakpastian global yang ditimbulkan oleh situasi geopolitik tersebut.
Gelombang pembatalan paket wisata dilaporkan terjadi secara masif dalam tempo satu minggu pertama setelah pecahnya eskalasi konflik. Situasi ini memberikan tekanan finansial yang cukup berat bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata Malaysia.
Menurut data awal dari asosiasi industri, kerugian yang ditimbulkan cukup signifikan. Pembatalan ini mencakup berbagai segmen pasar, menunjukkan luasnya jangkauan dampak dari ketegangan internasional tersebut.
Presiden Asosiasi Pariwisata Inbound Malaysia (MITA), Mint Leong, memberikan gambaran mengenai skala pembatalan yang terjadi. Jumlah pembatalan ini menjadi indikator utama mengenai bagaimana isu keamanan global memengaruhi keputusan perjalanan internasional.
"Kami langsung menerima pembatalan sekitar 800 wisatawan Iran di hari pertama perang," kata Mint Leong, seperti dilansir dari Malay Mail, Senin (30/3/2026).
Secara kumulatif, total pembatalan paket wisata yang tercatat selama pekan pertama konflik tersebut mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan. Angka ini menunjukkan sensitivitas pasar pariwisata terhadap isu-isu keamanan regional.
"Kami mencatat bahwa pembatalan di pekan pertama perang itu mencapai sekitar 2.800 paket wisata," ujar Mint Leong, seperti dilansir dari Malay Mail, Senin (30/3/2026).
Pelaku usaha kini tengah mencari strategi mitigasi risiko untuk meminimalkan kerugian akibat penurunan drastis jumlah pemesanan. Adaptasi cepat menjadi kunci untuk bertahan di tengah ketidakpastian pasar global saat ini.