MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Momen perayaan Hari Raya Idulfitri selalu dirayakan dengan berbagai hidangan kaya rasa, mulai dari yang manis, gurih, hingga sajian bersantan dan pedas. Kebiasaan makan yang berubah total setelah sebulan penuh menahan diri sering kali menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan bagi sistem pencernaan.

Gangguan pencernaan, terutama dalam bentuk diare, kerap menjadi keluhan umum yang menghiasi suasana sukacita pasca-Lebaran di banyak rumah tangga. Fenomena ini memicu pertanyaan mengapa tubuh bereaksi demikian setelah periode adaptasi puasa Ramadan.

Untuk menjawab hal ini, pakar penyakit pencernaan memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor pemicu yang membuat saluran cerna menjadi rentan. Adaptasi tubuh yang belum sepenuhnya siap menjadi salah satu kunci utama permasalahannya.

Profesor Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, seorang pakar dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), menyoroti urgensi penyesuaian kembali pola makan pasca-puasa. Tubuh memerlukan waktu untuk memulihkan ritme kerjanya setelah mengalami perubahan signifikan.

"Pertama adalah diare, terutama setelah mengonsumsi makanan yang pedas-pedas," kata Prof Ari. Hal ini mengindikasikan bahwa makanan yang sebelumnya jarang dikonsumsi tiba-tiba kembali mendominasi asupan harian.

Beliau melanjutkan penjelasannya mengenai pola konsumsi yang berubah drastis dalam rentang waktu singkat. "Kita tahu dalam satu bulan terakhir ini, kita mengurangi makanan yang pedas-pedas," ujar Prof Ari.

Pernyataan ini menegaskan bahwa tingkat toleransi lambung dan usus terhadap zat iritan seperti cabai menurun selama bulan puasa. Konsumsi berlebihan ketika Lebaran lantas memicu reaksi peradangan atau iritasi.

Informasi ini didapatkan oleh media dari akun Instagram milik beliau, dengan izin penggunaan kutipan pada hari Rabu (25/3/2026). Hal ini menunjukkan bahwa isu kesehatan pasca-Lebaran menjadi perhatian serius di kalangan medis.

Oleh karena itu, para ahli menganjurkan masyarakat untuk memulai kembali konsumsi makanan berat atau pedas secara bertahap setelah Lebaran. Penyesuaian ini penting guna menjaga kesehatan sistem pencernaan agar liburan tetap menyenangkan.