MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Situasi mengenai status administrasi pemain keturunan Indonesia yang berkarier di Liga Belanda kini memasuki babak baru yang signifikan. Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa salah satu pemain tengah, Tim Geypens, terpaksa harus "diparkir" atau dikesampingkan sementara oleh klubnya, FC Emmen.
Keputusan ini muncul sebagai dampak lanjutan dari kontroversi besar yang sebelumnya melibatkan pemain lain, Dean James, yang bermain untuk Go Ahead Eagles. Polemik ini telah menimbulkan keraguan besar mengenai keabsahan pemain naturalisasi di kompetisi kasta tertinggi Belanda tersebut.
Akar permasalahan ini berawal ketika klub NAC Breda mengajukan protes resmi. Protes tersebut dilayangkan setelah mereka menelan kekalahan telak dengan skor 0-6 saat berhadapan langsung melawan Go Ahead Eagles.
NAC Breda secara spesifik mempertanyakan legalitas keikutsertaan Dean James dalam pertandingan krusial tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya dugaan pelanggaran serius terhadap regulasi pendaftaran pemain di liga.
Isu utama yang menjadi sorotan adalah terkait status kewarganegaraan ganda yang tidak diakui oleh Indonesia. Dean James sendiri telah resmi memperoleh status Warga Negara Indonesia (WNI) sejak tanggal 10 Maret 2025.
Implikasi dari pengakuan WNI tersebut adalah gugurnya status kewarganegaraan sang pemain yang lain, yakni paspor Belanda miliknya. Hal ini menjadi poin krusial dalam tinjauan administrasi pemain berusia 25 tahun tersebut.
Sementara kasus Dean James masih bergulir dan menjadi preseden, dampaknya kini meluas ke pemain lain, termasuk Tim Geypens. FC Emmen tampaknya mengambil langkah antisipatif dengan menunda penampilan pemainnya tersebut.
Perkembangan ini secara tidak langsung menyoroti perlunya peninjauan ulang menyeluruh terhadap semua pemain berstatus ganda yang bermain di Belanda. Langkah FC Emmen menunjukkan keseriusan klub dalam menanggapi isu sensitif administrasi ini.