MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Kepastian bergabungnya Dean James dalam agenda Timnas Indonesia untuk melakoni FIFA Series harus tertunda. Keputusan ini diambil setelah pemain yang saat ini tercatat di klub Go Ahead Eagles tersebut dikabarkan mengalami kendala kesehatan.

Dean James sejatinya telah mendapatkan tempat dalam daftar 24 nama pemain yang dipanggil untuk memperkuat Skuad Garuda. Pemain tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam laga uji coba internasional yang akan segera digelar.

Pertandingan yang dimaksud adalah bentrokan antara Timnas Indonesia melawan Saint Kitts & Nevis. Laga persahabatan internasional ini dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Duel krusial tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada Jumat malam, tepatnya tanggal 27 Maret 2026. Penundaan ini jelas menjadi perhatian mengingat pentingnya persiapan timnas.

Ironisnya, situasi ini terjadi bersamaan dengan masalah lain yang tengah dihadapi oleh Dean James di Belanda, negara tempat ia meniti karier profesionalnya saat ini. Masalah tersebut berkutat pada status administrasinya.

Status Dean James sebagai pemain yang masuk kategori non-Uni Eropa di kompetisi Liga Belanda sedang dalam tahap peninjauan atau dipersoalkan. Hal ini menambah rentetan isu yang menyertai pemanggilan internasionalnya.

Mengenai pembatalan mendadak ini, sumber berita menyebutkan bahwa penyebab utama mundurnya sang pemain adalah kondisi fisiknya yang kurang prima. "Pemain Timnas Indonesia, Dean James, batal bergabung untuk FIFA Series. Pemain Go Ahead Eagles itu disebut sedang sakit," demikian keterangan yang diperoleh.

Informasi mengenai masuknya nama Dean James ke dalam daftar final skuad juga dikonfirmasi oleh berbagai pihak terkait. "Dean James sebenarnya masuk ke dalam 24 nama skuad final Indonesia untuk FIFA Series," sebut sumber berita.

Pertandingan penting melawan Saint Kitts & Nevis tersebut dijadwalkan akan tersaji pada Jumat (27/3/2026) malam WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Situasi kesehatan Dean James menjadi prioritas utama saat ini.