MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Suasana sunyi di Dukuh Glinggang, Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Boyolali mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa. Kobaran api besar melalap bangunan suci yang selama ini menjadi pusat spiritualitas dan kebanggaan masyarakat setempat.

Peristiwa memilukan ini menimpa Masjid Jami' Jalaluddin pada Kamis (20/3) dini hari yang lalu. Bangunan bersejarah tersebut dilaporkan habis terbakar tanpa menyisakan struktur utama yang sebelumnya berdiri dengan kokoh.

Masjid yang didominasi oleh material kayu jati ini bukan sekadar tempat ibadah biasa bagi warga Boyolali. Keberadaannya telah menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan perkembangan Islam di wilayah tersebut selama ratusan tahun.

"Masjid kuno dari kayu jati ini telah berusia ratusan tahun dan kami yakini sebagai peninggalan dari Sunan Kalijaga," ungkap warga sekitar dalam keterangannya yang dilansir dari berbagai sumber berita.

Kepercayaan masyarakat terhadap nilai sejarah masjid ini membuat duka yang dirasakan semakin mendalam. Bangunan tersebut merupakan warisan religi yang sangat dihormati karena kaitannya dengan salah satu tokoh Walisongo.

Api yang berkobar dengan cepat menghanguskan seluruh bagian masjid yang sebagian besar memang terbuat dari kayu jati tua. Material kayu yang sudah mengering termakan usia membuat si jago merah sulit untuk dikendalikan dalam waktu singkat.

Hingga saat ini, kronologi detail dan penyebab pasti dari kebakaran yang menghanguskan situs bersejarah di Kemusu tersebut masih menjadi perhatian. Warga hanya bisa menatap nanar sisa-sisa abu dari bangunan yang dulunya berdiri megah.

Kehilangan Masjid Jami' Jalaluddin menjadi pukulan berat bagi upaya pelestarian cagar budaya di wilayah Jawa Tengah. Jejak fisik yang diyakini sebagai peninggalan Sunan Kalijaga kini hanya tinggal cerita bagi generasi mendatang.

"Kejadian ini membuat masjid bersejarah tersebut kini ludes tak bersisa setelah terbakar pada dini hari," tulis keterangan dalam informasi yang dilansir dari laporan setempat.