MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Setelah sempat mengalami penghentian total selama sehari penuh, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, kini telah kembali membuka operasionalnya untuk melayani penerbangan. Penutupan ini merupakan prosedur standar yang dilakukan setiap perayaan Hari Raya Nyepi di seluruh wilayah Bali.

Layanan penerbangan di bandara utama Bali tersebut kembali aktif pada hari Jumat pagi, mengakhiri masa tenang yang diberlakukan secara serentak. Keputusan penutupan ini diambil untuk menghormati pelaksanaan ritual keheningan yang menjadi inti dari perayaan Nyepi.

Dampak dari penghentian operasional ini cukup signifikan terhadap jadwal penerbangan yang ada. Tercatat bahwa sebanyak 440 penerbangan mengalami pembatalan atau penundaan selama periode penutupan berlangsung.

Periode penutupan operasional Bandara Ngurah Rai secara resmi dimulai sejak Kamis, 19 Maret 2026, tepatnya pukul 06.00 Wita. Masa hening ini kemudian berakhir pada Jumat, 20 Maret 2026, pada pukul yang sama.

Namun, aktivitas mulai terasa hidup kembali beberapa saat setelah waktu pembukaan resmi. Sekitar pukul 06.42 Wita pada hari Jumat (20/3), para calon penumpang sudah mulai terlihat berdatangan menuju area bandara.

Kedatangan penumpang ini menandakan dimulainya kembali aktivitas penerbangan yang sempat terhenti. Mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan baik yang tertunda maupun jadwal penerbangan baru.

Suasana di terminal kedatangan mulai menunjukkan peningkatan aktivitas seiring kembalinya operasional bandara. Antrean penumpang yang hendak melakukan proses check-in juga sudah terlihat di loket-loket maskapai penerbangan.

Situasi ini menunjukkan bahwa pemulihan layanan penerbangan di Bali berjalan sesuai rencana pasca-Hari Raya Nyepi selesai dilaksanakan. Para petugas bandara dilaporkan segera memproses penumpang yang telah menanti.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Travel.detik. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.