MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Infrastruktur layanan komputasi awan global, Amazon Web Services (AWS), kembali mengalami hambatan operasional di wilayah Bahrain. Gangguan ini terjadi menyusul meningkatnya ketegangan regional yang dipicu oleh Perang Iran 2026.
Ini merupakan kali kedua bagi fasilitas AWS di negara tersebut menghadapi disrupsi signifikan dalam waktu singkat. Situasi ini menyoroti kerentanan infrastruktur digital vital terhadap ancaman keamanan fisik di kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan terkini, gangguan operasional tersebut terdeteksi terjadi pada awal minggu ini. Pihak AWS segera mengambil langkah mitigasi untuk meminimalisir dampak berkelanjutan pada pengguna layanan mereka.
Dilansir dari Al Jazeera, peristiwa ini dikonfirmasi langsung oleh juru bicara resmi Amazon pada hari Jumat, 27 Maret 2026. Konfirmasi ini menegaskan bahwa insiden drone kembali memicu masalah pada layanan mereka.
Pihak Amazon belum memberikan rincian spesifik mengenai sifat pasti dari gangguan tersebut. Belum jelas apakah serangan drone secara langsung mengenai fasilitas data center utama AWS atau hanya mengganggu area sekitarnya.
Salah satu langkah respons utama yang diambil oleh AWS adalah memfasilitasi perpindahan sementara beban kerja pelanggan mereka. Mereka sedang berupaya keras membantu konsumen melakukan migrasi layanan ke alternatif wilayah AWS yang lain.
"AWS mengatakan sedang membantu para konsumen mereka migrasi ke alternatif wilayah AWS lain sambil pemulihan di Bahrain," ujar Juru Bicara Amazon, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.
Saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan aktual yang ditimbulkan oleh aktivitas drone tersebut. Selain itu, perkiraan waktu kapan layanan di Bahrain dapat pulih sepenuhnya juga masih belum dirilis secara resmi.
Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan kelangsungan bisnis pelanggan dengan menyediakan opsi pemulihan bencana melalui wilayah operasional lain yang stabil. Langkah ini krusial mengingat pentingnya layanan cloud bagi operasional bisnis modern.