MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Pemerintah Ukraina kini secara aktif mengirimkan personel ahli mereka ke wilayah Teluk dan Timur Tengah. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan teknis dalam menghadapi ancaman serangan udara yang semakin meningkat di kawasan tersebut.
Fokus utama dari pengerahan tim ini adalah memberikan asistensi pertahanan terhadap penggunaan drone bunuh diri yang semakin meluas. Bantuan tersebut diarahkan kepada pemerintah setempat yang kini menghadapi tantangan keamanan udara signifikan.
Informasi mengenai manuver militer diplomatik ini diungkapkan langsung oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum penting yang dihadiri oleh para legislator Inggris.
Presiden Zelensky memberikan rincian spesifik mengenai jumlah personel yang telah ditugaskan. Ia menyebutkan bahwa ratusan pakar militer Ukraina telah ditempatkan di lokasi-lokasi strategis di Timur Tengah.
"Sebanyak 201 pakar anti-drone Ukraina saat ini sudah berada di kawasan itu, sementara 34 lainnya siap untuk segera dikerahkan," ujar Zelenskyy. Kutipan ini disampaikan saat ia berbicara di hadapan puluhan anggota Parlemen Inggris di London.
Para pakar yang dikirimkan ini memiliki spesialisasi khusus dalam menghadapi ancaman udara nirawak. Keahlian mereka sangat relevan mengingat tingginya intensitas serangan drone di beberapa negara di kawasan tersebut.
Presiden Zelensky menegaskan bahwa keahlian timnya sangat krusial dalam menghadapi jenis persenjataan tertentu. Ia secara eksplisit merujuk pada drone kamikaze yang telah menjadi momok sejak konflik besar pecah tahun 2022.
"Mereka adalah pakar militer, ahli yang tahu cara membantu dan cara bertahan melawan drone Shahed," ujar Zelenskyy. Pernyataan ini menggarisbawahi fokus pada penanggulangan drone Shahed, yang dirancang oleh Iran dan kerap digunakan oleh Rusia dalam perang.
Dilansir dari berbagai laporan, drone Shahed dikenal karena kemampuannya sebagai amunisi yang murah namun efektif untuk menembus pertahanan udara konvensional. Oleh karena itu, bantuan teknis dari Ukraina menjadi sangat bernilai bagi negara-negara mitra.