Minab, Iran – Suasana duka menyelimuti Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, setelah sebuah serangan udara dahsyat menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh pada hari Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan tersebut, yang diduga dilakukan oleh pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel, telah merenggut nyawa puluhan siswi dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka serius.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa setidaknya 40 orang tewas dalam serangan yang menghancurkan sekolah tersebut. Laporan dari Middle East Eye juga mengkonfirmasi kejadian tragis ini, menambahkan bahwa setidaknya 45 orang lainnya mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan medis segera.
Hingga saat ini, rincian lebih lanjut mengenai identitas para korban masih belum tersedia. Pihak berwenang setempat sedang berupaya keras untuk mengidentifikasi jenazah dan memberikan informasi kepada keluarga yang berduka. Kondisi terkini para korban luka juga belum diketahui secara pasti, namun dipastikan bahwa mereka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.
Waktu pasti terjadinya serangan juga masih belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang. Namun, berdasarkan laporan yang beredar, serangan diperkirakan terjadi pada siang hari ketika para siswi sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Dampak Serangan dan Reaksi Masyarakat
Serangan terhadap Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh telah menimbulkan kemarahan dan kesedihan yang mendalam di kalangan masyarakat Iran. Banyak warga yang mengecam keras tindakan brutal tersebut dan menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Di media sosial, tagar #MinabAttack dan #JusticeForMinab menjadi trending topik, dengan ribuan pengguna internet yang mengungkapkan solidaritas mereka kepada para korban dan keluarga mereka. Banyak yang mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran hak asasi manusia yang berat dan menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil tindakan.
Pemerintah Iran sendiri telah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan terorisme yang tidak dapat diterima. Pemerintah berjanji untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap kejadian ini dan membawa para pelaku ke pengadilan.
Keberadaan Pangkalan Militer dan Dugaan Motif Serangan