Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, persiapan infrastruktur mudik terus digenjot. PT Jasa Marga (Persero) Tbk, melalui anak usahanya PT Jasamarga Jogja Solo, mengumumkan rencana pembukaan fungsional Jalan Tol Solo-Jogja-NYIA Kulonprogo pada segmen Prambanan-Purwomartani. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengurai kepadatan lalu lintas dan memberikan alternatif jalur bagi para pemudik yang diperkirakan akan memadati jalanan pada periode 16-29 Maret 2026.
Keputusan untuk membuka ruas tol ini secara fungsional, atau dengan kata lain gratis, merupakan respons terhadap proyeksi peningkatan volume kendaraan yang signifikan selama musim mudik Lebaran. PT Jasamarga Jogja Solo memprediksi bahwa segmen Prambanan-Purwomartani akan menjadi salah satu titik krusial, dengan perkiraan mencapai 25.000 kendaraan yang melintas setiap harinya.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo, Rudy Hardiansyah, menjelaskan bahwa pembukaan fungsional ini akan difokuskan pada satu jalur dari arah Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Meskipun belum sepenuhnya rampung, ruas tol ini diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam mengurangi beban lalu lintas di jalan arteri yang sudah ada.
"Kita fokusnya pada saat di Prambanan, traffic tertinggi itu 23.000 per hari (pada mudik Lebaran 2025). Dan untuk 2026 ini, kita prediksi tertingginya di 25.000. Dengan asumsi ada kenaikan sekitar 8 persen. Itu di tanggal 18 (Maret)," ujar Rudy saat ditemui di Gerbang Tol (GT) Purwomartani, Kabupaten Sleman, pada Rabu, 11 Maret 2026.
Antisipasi Lonjakan Volume Kendaraan
Proyeksi peningkatan volume kendaraan sebesar 8 persen dibandingkan dengan periode mudik Lebaran sebelumnya menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kapasitas jalan dan menyediakan jalur alternatif. Pembukaan fungsional Tol Prambanan-Purwomartani diharapkan dapat menjadi solusi sementara yang efektif, sambil menunggu penyelesaian konstruksi secara keseluruhan.
Namun, Rudy Hardiansyah juga menekankan pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian bagi para pengguna jalan selama periode fungsional. Mengingat bahwa ruas tol ini belum sepenuhnya selesai, terdapat beberapa bagian yang masih dalam tahap penyelesaian, termasuk perkerasan jalan yang bersifat sementara.
"Ada bagian yang sudah full selesai, artinya marka dan semua perambuan sudah siap, tapi ada segmen yang masih berupa perkerasan sementara. Jadi ada yang masih berupa LC ya, Lean Concrete," jelasnya.
Imbauan Kehati-hatian dan Perambuan Sementara