Jakarta, Indonesia – Sebuah tonggak sejarah baru dicatatkan dalam dunia pertanian dan perdagangan Indonesia. Pemerintah secara resmi melepas ekspor beras premium dengan merek "Befood Nusantara", yang secara khusus diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia pada tahun . Pelepasan ekspor perdana ini menandai langkah awal yang ambisius dalam upaya penetrasi pasar Timur Tengah yang menjanjikan, sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam memberikan yang terbaik bagi warganya yang menunaikan ibadah haji.

Acara pelepasan ekspor yang berlangsung pada hari Rabu, 4 Maret 2026, di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, menjadi simbol optimisme dan harapan baru bagi sektor pertanian Indonesia. Dihadiri oleh para pejabat pemerintah, perwakilan Bulog, dan mitra swasta, acara ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kualitas beras Indonesia di kancah internasional.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Mamdhani, dalam konferensi persnya menyampaikan kebanggaannya atas kualitas beras yang akan diekspor. Ia menjelaskan bahwa beras "Befood Nusantara" merupakan beras dengan kualitas terbaik yang pernah diproduksi oleh Bulog. Dengan spesifikasi tingkat pecahan hanya 5% dan kadar air di bawah 14%, beras ini jauh melampaui standar beras premium yang selama ini beredar di pasar domestik.

"Selama ini beras premium di Indonesia rata-rata pecahannya 15%. Untuk haji ini hanya 5%. Jadi ini kualitas terbaik, standar ekspor," tegas Ahmad Rizal Mamdhani, menunjukkan betapa seriusnya Bulog dalam menjaga kualitas beras yang akan dikonsumsi oleh jemaah haji.

Kualitas Unggul: Standar Ekspor untuk Kenyamanan Jemaah Haji

Penjelasan mengenai spesifikasi teknis beras "Befood Nusantara" memberikan gambaran yang jelas tentang kualitas unggul yang ditawarkan. Tingkat pecahan 5% menunjukkan bahwa beras ini memiliki kualitas yang sangat baik, dengan biji beras yang utuh dan minim patahan. Hal ini tidak hanya meningkatkan tampilan beras secara visual, tetapi juga mempengaruhi tekstur dan rasa nasi yang dihasilkan. Beras dengan tingkat pecahan rendah akan menghasilkan nasi yang lebih pulen, lembut, dan nikmat.

Selain itu, kadar air di bawah 14% juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas beras. Kadar air yang rendah mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri, sehingga beras dapat disimpan lebih lama tanpa mengalami penurunan kualitas. Hal ini sangat penting mengingat beras akan dikirim ke Arab Saudi dan disimpan dalam jangka waktu tertentu sebelum dikonsumsi oleh jemaah haji.

Kualitas beras "Befood Nusantara" yang memenuhi standar ekspor ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dan Bulog dalam memberikan yang terbaik bagi jemaah haji Indonesia. Dengan mengonsumsi beras berkualitas tinggi, diharapkan para jemaah haji dapat menjaga kesehatan dan stamina mereka selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Sinergi Strategis: Kolaborasi Bulog dan Wilmar International