MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Perjalanan Arsenal di bawah komando Mikel Arteta menunjukkan peningkatan performa yang signifikan sejak ia mengambil alih kursi kepelatihan pada Desember 2019. Proyek pembangunan kembali tim ini mulai menunjukkan hasil nyata di lapangan hijau.
Meskipun perkembangan tim terlihat jelas, The Gunners kini berada di persimpangan jalan yang memerlukan sebuah validasi konkret berupa gelar juara. Trofi menjadi penanda penting bagi ambisi besar yang diemban klub London Utara tersebut.
Sejauh ini, satu-satunya koleksi trofi bergengsi yang berhasil dipersembahkan Arteta kepada publik Emirates adalah gelar Piala FA. Gelar tersebut sempat menjadi suntikan moral yang besar bagi tim dan para pendukungnya.
Namun, harapan untuk meraih gelar yang lebih besar terus membayangi setiap musim kompetisi yang mereka jalani. Kebutuhan akan trofi kini menjadi narasi utama menjelang babak final Carabao Cup.
Arsenal sempat menempatkan diri sebagai penantang serius dalam perebutan gelar Premier League selama tiga musim berturut-turut. Hal ini membuktikan bahwa mereka telah kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan di kancah domestik.
Sayangnya, konsistensi mereka belum mampu diterjemahkan menjadi gelar liga utama. Mereka harus puas menempati posisi runner-up secara beruntun pada akhir musim 2022/2023, 2023/2024, dan bahkan musim 2024/2025.
Kekalahan beruntun dalam perburuan gelar liga tersebut semakin meningkatkan urgensi untuk mengamankan gelar di kompetisi piala domestik. Carabao Cup dipandang sebagai peluang emas untuk mengakhiri puasa gelar yang lebih panjang.
"Arsenal terus berkembang di bawah asuhan Mikel Arteta," demikian pernyataan yang menggambarkan kemajuan tim meski tanpa trofi besar baru-baru ini.
Lebih lanjut, ditegaskan pula bahwa saat ini Meriam London membutuhkan trofi untuk pembuktian di mata publik dan rival, sebagaimana dilansir dari sumber berita terkait.