Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target yang cukup ambisius untuk meningkatkan lifting minyak Indonesia hingga mencapai 900 ribu barel per hari (BOPD) pada tahun 2029. Target ini bertepatan dengan akhir masa jabatan pemerintahan Presiden terpilih, . Meskipun target ini menunjukkan optimisme pemerintah dalam meningkatkan produksi minyak dalam negeri, Kementerian ESDM sendiri mengakui bahwa pencapaian target ini bukanlah tugas yang mudah dan memerlukan upaya ekstra keras dari semua pihak terkait.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Migas Kementerian ESDM, Agung Kuswandono, menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan sementara yang dilakukan oleh pihaknya, angka lifting minyak pada tahun 2029 diperkirakan berada di kisaran 800 ribu barel per hari. Angka ini masih di bawah target yang ditetapkan oleh Menteri ESDM.

"Pak Menteri (Bahlil Lahadalia) sebetulnya menargetkan lifting itu 900 ribu barel di 2029. Cukup berat memang. Menurut hitungan sementara di kita, itu masih optimis bisa mencapai 800 (ribu barel), tapi tipis lah. Untuk mencapai 900 ribu masih agak butuh effort," ujar Agung dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Energy Institute for Transition di Jakarta, Kamis (5/3/). Pernyataan ini menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi oleh pemerintah dalam mewujudkan target ambisius tersebut.

Perbandingan Realisasi dan Tantangan Peningkatan Produksi

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan yang dihadapi, Agung membandingkan target lifting minyak tahun 2029 dengan realisasi lifting minyak pada tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa realisasi lifting minyak pada tahun 2025 baru mencapai angka 605,3 ribu barel per hari. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan target yang ditetapkan, yaitu sebesar 605 ribu barel per hari.

Perbandingan ini menunjukkan bahwa terdapat selisih yang cukup signifikan antara realisasi lifting minyak saat ini dengan target yang ingin dicapai pada tahun 2029. Selisih ini mencerminkan tantangan besar yang harus diatasi oleh pemerintah dan para pelaku industri migas dalam upaya meningkatkan produksi minyak dalam negeri secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Strategi Pemerintah untuk Mencapai Target

Meskipun menghadapi tantangan yang tidak mudah, Kementerian ESDM tetap berupaya untuk mewujudkan target lifting minyak sebesar 900 ribu barel per hari pada tahun 2029. Salah satu strategi utama yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengoptimalkan pengelolaan blok migas baru.

Pemerintah telah menawarkan sebanyak 10 blok migas baru kepada investor. Agung mengungkapkan bahwa kesepuluh wilayah kerja tersebut telah menarik minat banyak investor, bahkan sebelum secara resmi ditawarkan melalui proses lelang. Hal ini menunjukkan bahwa potensi di sektor migas Indonesia masih sangat besar dan menarik bagi para investor.