MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Stadion Ontime Butarque menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara C.D. Leganés menjamu Real Zaragoza dalam lanjutan jornada ke-33 LaLiga Hypermotion. Pertandingan yang berlangsung pada Kamis, 2 April 2026 tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1 yang memicu beragam reaksi dari kedua belah pihak.

Hasil satu poin ini dianggap sebagai pencapaian yang cukup krusial bagi kedua tim di tengah ketatnya persaingan liga. Pelatih Leganés, Igor Oca, mengakui bahwa meskipun timnya mengincar kemenangan penuh, tambahan poin ini tetap memiliki nilai yang sangat berarti bagi perjalanan mereka musim ini.

"Bukan ini yang kami cari, tapi setiap poin di sini sangat fundamental," ujar Igor Oca sebagaimana dilansir dari cdleganes.com.

Igor Oca mengamati bahwa pasukannya sempat menunjukkan dominasi yang kuat selama 25 menit pada babak kedua. Namun, kurangnya penyelesaian akhir membuat dominasi tersebut gagal dikonversi menjadi gol kemenangan, sementara sisa waktu pertandingan berlangsung dengan intensitas yang seimbang.

Di kubu lawan, pelatih Real Zaragoza, David Navarro, harus memutar otak akibat absennya sejumlah pemain pilar. Ia memutuskan untuk menurunkan Sebas Moyano dan Marcos Cuenca di posisi sayap, sebuah keputusan yang terbukti sangat efektif dalam membongkar pertahanan lawan.

Marcos Cuenca yang baru pertama kali dipercaya sebagai starter langsung mencuri perhatian dengan performa yang melampaui ekspektasi banyak pihak. Sejak peluit pertama dibunyikan, Cuenca terus memberikan tekanan besar dan menjadi ancaman nyata bagi lini belakang Leganés.

Kolaborasi Cuenca bersama Juan Sebastián di sisi kanan menciptakan dinamika serangan yang jarang terlihat dari Real Zaragoza sepanjang musim ini. Puncaknya, Cuenca melepaskan sebuah umpan backheel cerdik yang berhasil dimanfaatkan oleh Sebas Moyano untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Penampilan impresif Cuenca di Butarque bahkan digambarkan sebagai salah satu aksi individu terbaik bagi pemain Real Zaragoza musim ini, dilansir dari elperiodicodearagon.com. Ia nyaris mencetak gol spektakuler melalui aksi individunya, namun upaya tersebut berhasil digagalkan oleh penyelamatan gemilang kiper Leganés, Juan Soriano.

Selain jalannya laga, Igor Oca juga menyoroti masalah keadilan dalam jadwal kompetisi, terutama terkait waktu istirahat yang tidak merata bagi seluruh tim. Ia menekankan pentingnya masa pemulihan yang seimbang agar setiap tim dapat menunjukkan performa terbaik mereka di lapangan hijau.