MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Pemeliharaan infrastruktur perkotaan seringkali menghadapi kendala besar, terutama dalam menjangkau area sempit seperti pipa bawah tanah. Singapura kini menguji solusi inovatif dengan memanfaatkan teknologi bio-hibrida untuk mengatasi persoalan tersebut secara lebih efisien.

Para peneliti di Nanyang Technological University (NTU) telah berhasil mengembangkan kecoak cyborg khusus untuk kebutuhan inspeksi. Teknologi ini dirancang untuk menavigasi lorong-lorong sempit di bawah tanah yang sulit diakses oleh robot konvensional maupun manusia.

Pemanfaatan serangga ini sebelumnya difokuskan pada misi pencarian korban bencana di area reruntuhan. Namun, kini arah pengembangannya mulai dialihkan pada penggunaan rutin seperti pemeriksaan pipa air dan terowongan utilitas kota.

"Teknologi ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan inspeksi rutin pada infrastruktur bawah tanah seperti pipa dan terowongan utilitas yang sulit diakses secara manual," ujar Hirotaka Sato.

Riset yang membawa terobosan baru ini dipimpin langsung oleh Hirotaka Sato dari School of Mechanical and Aerospace Engineering. Ia dikenal luas sebagai pionir dalam pengembangan serangga cyborg, termasuk eksperimen pengendalian jarak jauh pada kumbang.

Dalam pengembangan terbarunya, tim peneliti menggunakan jenis kecoak Madagascar hissing cockroach sebagai basis utama. Serangga ini dipilih karena daya tahannya yang kuat dan ukuran tubuh yang cukup untuk membawa perangkat tambahan.

Modul elektronik berukuran kecil dipasang pada bagian punggung serangga tersebut untuk mengendalikan pergerakannya. Perangkat ini mampu mengirimkan sinyal listrik ringan yang memandu arah jalan kecoak sesuai instruksi operator dari jarak jauh.

Metode ini menawarkan solusi praktis bagi pengelola infrastruktur untuk mendeteksi kerusakan sejak dini tanpa harus melakukan penggalian besar. Keberadaan kecoak cyborg diharapkan mampu meminimalisir biaya perawatan dan risiko kerja di lingkungan berbahaya.

Dilansir dari Nanyang Technological University, proyek ini menunjukkan potensi besar dalam penggabungan elemen biologis dan elektronik untuk kepentingan publik. Inovasi ini menjadi bukti bagaimana teknologi masa depan dapat terinspirasi dari mekanisme alam yang sederhana.