Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, lembaga keuangan khusus yang memiliki peran vital dalam ekosistem pembiayaan perumahan di Indonesia, kembali mencatatkan kinerja yang membanggakan sepanjang tahun 2025. Perseroan berhasil menyalurkan dana sebesar Rp20,88 triliun kepada berbagai lembaga penyalur pembiayaan perumahan di seluruh pelosok negeri. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana SMF menyalurkan dana sebesar Rp17,01 triliun. Pencapaian ini semakin mengukuhkan posisi SMF sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan program perumahan yang terjangkau dan layak huni bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, dalam keterangan resminya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kerja keras seluruh tim SMF serta dukungan dari berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian kinerja yang gemilang ini. Beliau menekankan bahwa keberhasilan SMF dalam menyalurkan dana pembiayaan perumahan tidak hanya berdampak pada peningkatan akses masyarakat terhadap perumahan yang layak, tetapi juga memberikan multiplier effect yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor perumahan merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki keterkaitan erat dengan berbagai sektor lainnya, seperti industri bahan bangunan, konstruksi, dan jasa keuangan. Dengan demikian, peningkatan aktivitas di sektor perumahan akan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Ananta Wiyogo menjelaskan bahwa SMF turut berperan aktif dalam mendukung program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang merupakan program unggulan pemerintah dalam menyediakan perumahan subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam program FLPP, SMF memegang porsi sebesar 25 persen melalui kombinasi penyertaan modal negara (PMN) dan penerbitan surat utang. Melalui skema ini, SMF berhasil mengoptimalkan penggunaan PMN untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan perumahan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Hingga Desember 2025, SMF telah menyalurkan dana sebesar Rp34,37 triliun melalui program FLPP, yang setara dengan 904.568 unit rumah. Angka ini merupakan bukti nyata komitmen SMF dalam mendukung program pemerintah dalam menyediakan perumahan yang terjangkau dan layak huni bagi MBR. Ananta Wiyogo menambahkan bahwa penyaluran dana FLPP tersebut merupakan hasil optimalisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) dengan skema leveraging sebesar 1,9 kali melalui penerbitan surat utang senilai Rp17,94 triliun. Skema leveraging ini memungkinkan SMF untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan perumahan secara signifikan dengan memanfaatkan PMN sebagai modal dasar.
Selain program FLPP, SMF juga terus berupaya untuk mengembangkan berbagai program pembiayaan perumahan lainnya yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pada tahun 2026, SMF berencana untuk kembali berpartisipasi dalam program Griya Nusantara dan Griya Tunas (pembiayaan mikro). Program Griya Nusantara merupakan program pembiayaan perumahan yang ditujukan untuk masyarakat di daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau oleh lembaga keuangan formal. Sementara itu, program Griya Tunas merupakan program pembiayaan mikro yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan dana untuk renovasi rumah atau pembangunan rumah sederhana.
Sepanjang tahun 2025, SMF bersama lembaga keuangan telah menyalurkan pembiayaan Griya Tunas yang merupakan kredit mikro perumahan sebanyak 52.142 rumah. Realisasi ini melampaui target pemerintah sebesar 50.000 rumah yang memperoleh akses pembiayaan renovasi hunian. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa program Griya Tunas memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Ananta Wiyogo menegaskan bahwa SMF akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja dan kontribusinya dalam mendukung program pemerintah di bidang perumahan. SMF menyadari bahwa masih banyak tantangan yang perlu diatasi dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang memiliki perumahan yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. Beberapa tantangan tersebut antara lain adalah keterbatasan lahan, harga bahan bangunan yang terus meningkat, dan tingkat suku bunga yang masih relatif tinggi.
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, SMF akan terus menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga keuangan, pengembang perumahan, dan masyarakat. SMF juga akan terus mengembangkan berbagai produk dan layanan pembiayaan perumahan yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, SMF juga akan terus meningkatkan efisiensi operasional dan tata kelola perusahaan agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada seluruh stakeholder.
Kinerja SMF yang gemilang di tahun 2025 merupakan bukti nyata bahwa lembaga ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung program pemerintah di bidang perumahan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, SMF optimis dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara yang memiliki perumahan yang layak dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.