Di tengah gemuruh modernisasi dan arus globalisasi, seringkali kearifan lokal dan budaya suatu daerah terpinggirkan. Namun, di tanah Papua yang kaya akan tradisi dan sumber daya alam, muncul sebuah kisah inspiratif tentang bagaimana kearifan lokal dapat diangkat dan diubah menjadi produk modern yang berdaya saing global. Kisah ini adalah tentang Sasagu, sebuah usaha yang lahir dari kecintaan terhadap sagu, pangan identitas masyarakat adat Papua, dan didorong oleh semangat seorang womenpreneur bernama Herlina.

Sasagu bukan sekadar merek produk makanan, melainkan sebuah gerakan untuk merevitalisasi sagu sebagai komoditas unggulan Papua. Melalui riset intensif selama lebih dari empat tahun, Sasagu berhasil mengolah sagu menjadi produk modern yang bebas gluten, menjangkau pasar yang lebih luas dan relevan dengan tren kesehatan global. Produk-produk Sasagu, mulai dari cookies yang renyah, tepung premix yang praktis, hingga cake yang lezat, menawarkan alternatif pangan yang sehat dan unik, sekaligus memperkenalkan cita rasa Papua kepada dunia.

Keberhasilan Sasagu tidak lepas dari kegigihan Herlina, seorang womenpreneur yang melihat potensi besar sagu sebagai sumber pangan berkelanjutan dan identitas budaya Papua. Di bawah kepemimpinannya, Sasagu tidak hanya menciptakan produk-produk inovatif, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang melibatkan petani sagu dan mama-mama Papua. Herlina percaya bahwa keberhasilan Sasagu harus berdampak positif bagi masyarakat Papua secara keseluruhan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Perjalanan Sasagu menuju semakin dipercepat ketika bergabung dengan PFpreneur, sebuah program inisiatif dari Pertamina Foundation yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing perempuan. Melalui PFpreneur, Sasagu mendapatkan pelatihan terintegrasi, kurasi berjenjang, dan inkubasi bisnis berkelanjutan yang membekali Herlina dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.

Bergabung dengan PFpreneur menjadi titik balik bagi Sasagu. Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga membuka akses ke jejaring usaha yang lebih luas. Sasagu berhasil menembus UMK Academy tingkat nasional, sebuah platform yang memfasilitasi UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar. Lebih membanggakan lagi, Sasagu berhasil melakukan ekspor produk-produknya ke Papua Nugini, Jerman, dan Jepang, membuktikan bahwa produk lokal Papua mampu bersaing di pasar internasional.

Keberhasilan Sasagu merupakan bukti nyata bahwa kearifan lokal dapat menjadi kekuatan ekonomi jika dikelola dengan baik dan didukung oleh ekosistem yang kondusif. Kisah Sasagu juga menginspirasi banyak womenpreneur lainnya di Papua dan di seluruh Indonesia untuk berani bermimpi dan mewujudkan ide-ide kreatif mereka.

PFpreneur: Katalisator Pemberdayaan Womenpreneur dan Pelestarian Kearifan Lokal

President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menekankan bahwa PFpreneur merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk memberdayakan UMKM perempuan melalui pelatihan terintegrasi, kurasi berjenjang, dan inkubasi bisnis berkelanjutan. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan kapasitas bisnis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kepemimpinan womenpreneur agar mereka mampu menjadi agen perubahan di komunitas mereka.

"Kehadiran program PFpreneur menjadi penting karena womenpreneur bukan hanya menjalankan usaha, tetapi juga menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Melalui pendekatan terstruktur, PFpreneur diharapkan mampu mencetak womenpreneur yang tidak hanya tangguh secara bisnis, tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital dan siap bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Agus.