Asosiasi Pekerja Vape Indonesia (APVINDO) menyerukan kehati-hatian dalam pembentukan regulasi terkait vape atau rokok elektrik. Mereka menekankan pentingnya landasan ilmiah yang kuat dan analisis ekonomi yang komprehensif sebagai dasar pengambilan kebijakan. APVINDO berpendapat bahwa kebijakan publik yang reaktif, hanya didasarkan pada kekhawatiran sesaat atau narasi yang belum teruji, berpotensi merugikan industri legal, jutaan pekerja yang bergantung padanya, dan bahkan menghambat upaya pengurangan risiko kesehatan bagi perokok dewasa.
Regulasi vape telah menjadi topik perdebatan hangat di seluruh dunia. Di satu sisi, ada kekhawatiran tentang potensi dampak kesehatan jangka panjang dari penggunaan vape, terutama di kalangan remaja dan anak muda. Di sisi lain, industri vape berpendapat bahwa produk mereka menawarkan alternatif yang lebih aman bagi perokok dewasa yang ingin berhenti merokok atau mengurangi risiko kesehatan yang terkait dengan rokok konvensional.
APVINDO mengakui adanya kebutuhan untuk mengatur industri vape. Namun, mereka berpendapat bahwa regulasi tersebut harus dirancang dengan cermat dan berdasarkan bukti ilmiah yang solid, bukan hanya opini atau prasangka. Mereka juga menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak ekonomi dari regulasi tersebut, termasuk potensi kehilangan pekerjaan dan pendapatan bagi jutaan orang yang bekerja di industri vape.
Bahaya Regulasi yang Terburu-buru dan Tidak Berdasarkan Data
Ketua APVINDO, Agung Prasojo, dengan tegas menyatakan bahwa organisasinya tidak menolak regulasi sama sekali. Namun, ia menekankan bahwa setiap regulasi harus disusun secara transparan, berdasarkan data yang akurat, dan mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh. Kebijakan yang lahir semata-mata dari opini tanpa kajian komprehensif berisiko menimbulkan konsekuensi ekonomi yang lebih besar dibandingkan persoalan yang ingin diatasi.
"Apabila regulasi hanya dibangun dari narasi satu arah, maka yang terjadi bukanlah perlindungan masyarakat, melainkan terputusnya rantai penghidupan bagi jutaan pekerja dan pelaku UMKM yang terlibat dalam industri ini," tegas Agung.
Regulasi yang reaktif dan tidak berdasarkan data berpotensi memicu serangkaian masalah serius, di antaranya:
- Mematikan Industri Legal: Regulasi yang terlalu ketat atau bahkan pelarangan total dapat mematikan industri vape legal, menghilangkan ribuan bisnis dan jutaan pekerjaan.
- Mendorong Pasar Ilegal: Pelarangan atau regulasi yang berlebihan dapat mendorong konsumen untuk beralih ke pasar ilegal, di mana produk tidak diatur dan mungkin mengandung bahan berbahaya.
- Merugikan Negara: Hilangnya industri legal berarti hilangnya potensi pendapatan pajak bagi negara.
- Menghambat Inovasi: Regulasi yang ketat dapat menghambat inovasi dalam industri vape, mencegah pengembangan produk yang lebih aman dan efektif.
- Gagal Melindungi Masyarakat: Regulasi yang tidak efektif dapat gagal melindungi masyarakat dari potensi risiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan vape.
Industri Vape: Sumber Penghidupan dan Kontributor Ekonomi