MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Kementerian terkait mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional lebih dari seribu fasilitas pelayanan gizi di seluruh Indonesia. Keputusan ini diambil menyusul adanya temuan serius terkait isu keracunan makanan dan standar kebersihan dapur yang belum terpenuhi.
Data Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan bahwa total fasilitas yang terdampak kebijakan penutupan sementara ini mencapai angka signifikan, yakni sebanyak 1.528 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penghentian ini merupakan langkah preventif demi menjamin keamanan pangan bagi masyarakat penerima layanan.
Masalah utama yang mendorong penertiban ini adalah indikasi kuat adanya dugaan keracunan makanan yang terjadi di beberapa lokasi. Selain itu, inspeksi mendapati bahwa banyak dapur operasional SPPG belum mampu memenuhi standar higienitas dan sanitasi yang ditetapkan oleh badan pengawas.
Meski jumlah penutupan sementara ini cukup besar, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, memberikan catatan optimis mengenai tren ke depannya. Ia menyebutkan bahwa angka penutupan sementara tersebut sebenarnya telah menunjukkan tren penurunan dalam beberapa minggu terakhir.
Penurunan drastis dalam jumlah SPPG yang dihentikan sementara ini bukan tanpa sebab. Menurut pihak BGN, banyak pengelola fasilitas yang kini proaktif meningkatkan kepatuhan mereka terhadap regulasi yang berlaku.
Fokus utama perbaikan tersebut adalah pada proses pengurusan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat mutlak operasional. Banyak SPPG yang sebelumnya bermasalah kini telah berhasil mendaftarkan atau bahkan memperoleh sertifikat tersebut.
Nanik Sudaryati Deyang mengonfirmasi perkembangan positif ini dalam keterangan resminya yang disampaikan kepada media. "Penurunan terjadi karena banyak yang sudah mendaftar SLHS," beber Nanik dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa intervensi dan penegakan standar oleh BGN mulai membuahkan hasil. Pihak pemerintah berharap semua SPPG dapat segera memperbaiki fasilitas dapurnya agar layanan gizi esensial ini dapat beroperasi kembali dengan standar keamanan pangan yang terjamin.