Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI), perusahaan pembiayaan infrastruktur terkemuka di Indonesia, mengumumkan pencapaian kinerja yang mengesankan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan aset yang signifikan, peningkatan laba bersih, serta komitmen pembiayaan yang solid, menunjukkan perannya yang semakin vital dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Berdasarkan yang dipublikasikan, total aset PT SMI mencapai Rp121,3 triliun pada akhir tahun 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,8% dibandingkan tahun sebelumnya, dan mencatatkan pertumbuhan rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 9,7% sejak tahun 2020. Pertumbuhan aset yang konsisten ini mengindikasikan kemampuan PT SMI dalam mengelola dan mengembangkan portofolionya secara efektif di tengah dinamika ekonomi yang berubah-ubah.

Komitmen pembiayaan PT SMI juga mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai Rp168,7 triliun pada akhir tahun 2025. Sementara itu, outstanding pembiayaan tercatat sebesar Rp94,5 triliun, menunjukkan realisasi komitmen pembiayaan yang berjalan dengan baik. Angka-angka ini mencerminkan kepercayaan yang tinggi dari para pemangku kepentingan terhadap PT SMI sebagai mitra strategis dalam pembiayaan proyek-proyek infrastruktur.

Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI, Aradita Priyanti, dalam konferensi pers yang diadakan di kantor pusat PT SMI pada hari Selasa, 3 Maret , mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian kinerja positif ini. "Kami sangat bangga dengan kinerja yang telah kami capai di tahun 2025. Pertumbuhan aset dan komitmen pembiayaan yang solid ini merupakan bukti komitmen kami untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia," ujarnya.

Aradita menambahkan bahwa laba bersih PT SMI pada tahun 2025 mencapai Rp2,88 triliun, meningkat 8,6% sejak tahun 2020. Pendapatan bunga bersih (net interest income) juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, menembus angka Rp4 triliun dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,8%. Peningkatan laba bersih dan pendapatan bunga bersih ini menunjukkan kemampuan PT SMI dalam mengelola margin keuntungan dan menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.

"Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, para investor, dan seluruh karyawan PT SMI. Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kinerja kami di masa depan, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Indonesia," kata Aradita.

Dari sisi fundamental, PT SMI berhasil menjaga rasio keuangan pada tingkat yang sehat. Debt to equity ratio (DER) tercatat sebesar 1,7 kali, menunjukkan tingkat leverage yang terkendali. Non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 0,87% dan NPL net sebesar 0,45%, menunjukkan kualitas aset yang baik. Loan loss coverage (LLC) mencapai 399%, menunjukkan kemampuan PT SMI dalam mengantisipasi potensi kerugian akibat kredit bermasalah. Net interest margin (NIM) tercatat sebesar 3,45% dan return on equity (ROE) sebesar 6,62%, menunjukkan efisiensi dan profitabilitas yang baik.

"Kami senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan risiko, sehingga kualitas aset kami tetap terjaga dengan baik. Hal ini juga didukung oleh manajemen risiko yang komprehensif, yang mencakup identifikasi, pengukuran, pengendalian, dan pemantauan risiko secara berkelanjutan," jelas Aradita.

Portofolio pembiayaan PT SMI didominasi oleh pembiayaan korporasi, yang mencapai 84% dari total portofolio. Sementara itu, pembiayaan publik mencapai 16%, yang sebagian besar berasal dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas oleh pemerintah. Dari sisi sektor, pembiayaan korporasi terbesar mengalir ke sektor jalan tol, ketenagalistrikan, dan transportasi. Sektor-sektor ini merupakan sektor-sektor strategis yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan konektivitas.