Pendahuluan
Bulan Ramadan, sebagai bulan suci bagi umat Muslim di seluruh dunia, selalu membawa dampak signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor ritel. Peningkatan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi fenomena tahunan yang dinantikan oleh para pelaku usaha ritel. Bank Indonesia (BI), sebagai otoritas moneter yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, secara rutin melakukan survei dan analisis untuk memprediksi kinerja penjualan ritel di Indonesia, terutama dalam momentum Ramadan.
Artikel ini akan mengulas secara mendalam hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dirilis oleh Bank Indonesia, yang memprediksi peningkatan penjualan ritel pada Februari 2026 seiring dengan meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Ramadan dan persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 Hijriah. Selain itu, artikel ini juga akan menganalisis faktor-faktor yang mendorong peningkatan penjualan ritel, implikasi terhadap inflasi, serta prospek sektor ritel dalam jangka panjang.
Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia: Proyeksi Pertumbuhan Signifikan
Berdasarkan Survei Penjualan Eceran (SPE) yang dirilis oleh Bank Indonesia, Indeks Penjualan Riil (IPR) Februari 2026 diprakirakan tumbuh 6,9% secara tahunan (year on year/yoy). Proyeksi ini menunjukkan optimisme terhadap kinerja penjualan ritel di Indonesia, terutama dalam momentum Ramadan. Pertumbuhan sebesar 6,9% yoy ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Januari 2026 yang tercatat sebesar 5,7% yoy.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kenaikan kinerja penjualan ritel terutama didorong oleh meningkatnya penjualan pada beberapa kelompok barang. Kelompok-kelompok barang tersebut antara lain suku cadang dan aksesori kendaraan, perlengkapan rumah tangga lainnya, serta subkelompok sandang yang mengalami peningkatan permintaan menjelang Ramadan.
Selain meningkat secara tahunan, penjualan eceran juga diperkirakan naik secara bulanan. Pada Februari 2026, IPR diprediksi tumbuh 4,4% secara bulanan (month to month/mtm). Kenaikan tersebut terjadi setelah pada Januari 2026 penjualan ritel sempat mengalami kontraksi 2,7% mtm, seiring normalisasi konsumsi masyarakat setelah periode libur Natal dan Tahun Baru.
Faktor-Faktor Pendorong Peningkatan Penjualan Ritel
Peningkatan penjualan ritel menjelang Ramadan dan Idulfitri dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain: