Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kembali mencuri perhatian dengan inovasi program gentengisasi yang digagas pemerintah. Lebih dari sekadar program pembangunan infrastruktur, inisiatif ini menjelma menjadi lokomotif penggerak ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah () di sentra produksi genteng Jatiwangi yang legendaris.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dalam kunjungannya ke Majalengka, menegaskan bahwa program gentengisasi ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun ekonomi kerakyatan. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas komitmen transaksi yang telah tercapai, mencapai angka fantastis sekitar Rp 3 miliar. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa program ini mampu menyerap produk-produk UMKM lokal secara signifikan.

"Kita harus berikan sesuatu yang nyata bagi rakyat kita. UMKM kita harus didorong untuk memiliki daya saing yang tinggi, dan saya yakin kita bisa," ujar Maruarar, seperti dikutip dari Antara. Pernyataan ini mencerminkan optimisme pemerintah dalam memberdayakan UMKM melalui program-program yang konkret dan berkelanjutan.

Program gentengisasi ini, menurut Maruarar, merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden . Presiden menekankan bahwa setiap pembangunan perumahan rakyat harus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil. Dengan demikian, program ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan hunian yang layak, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jatiwangi: Sentra Genteng dengan Kearifan Lokal yang Mendunia

Jatiwangi, sebuah wilayah di Kabupaten Majalengka, telah lama dikenal sebagai pusat produksi genteng tanah liat terbesar di Indonesia. Sejarah panjang dan tradisi pembuatan genteng yang diwariskan turun-temurun telah menjadikan Jatiwangi sebagai ikon industri genteng nasional. Kualitas genteng Jatiwangi yang teruji, serta desainnya yang khas, telah membuatnya populer di berbagai daerah di Indonesia.

Maruarar Sirait menekankan pentingnya penggunaan produk lokal Jatiwangi dalam program gentengisasi. Ia menyebutkan bahwa saat ini, total pemesanan genteng dari Jatiwangi mencapai 24 truk. Genteng-genteng ini akan digunakan dalam berbagai proyek pembangunan rumah rakyat, baik yang dikerjakan oleh pemerintah maupun oleh pengembang perumahan swasta.

"Kebutuhan genteng untuk pembangunan perumahan di Indonesia sangat besar. Oleh karena itu, pelaku UMKM harus terus berupaya meningkatkan kualitas produknya," kata Maruarar. Ia menambahkan bahwa dengan kualitas yang baik, produk lokal Jatiwangi akan mampu bersaing dengan produk-produk dari daerah lain, bahkan dari luar negeri.

Genteng Jatiwangi bukan sekadar material bangunan. Ia adalah bagian dari kearifan lokal Majalengka yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Penggunaan genteng Jatiwangi dalam program gentengisasi merupakan upaya untuk melestarikan tradisi dan mendukung keberlangsungan industri genteng lokal.