Jakarta – PT PLN (Persero) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Melalui subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP) dan anak usahanya, PT PLN Nusantara Power Construction (PLN NPC), perusahaan listrik negara ini berhasil menyelesaikan dua titik proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) di Malaysia lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan. Pencapaian ini bukan hanya sekadar keberhasilan bisnis, namun juga menjadi bukti nyata kompetensi dan kapabilitas PLN dalam bersaing di pasar global.

Proyek ECRL merupakan proyek ambisius pembangunan jalur kereta api listrik ganda sepanjang 665 kilometer yang menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan. Proyek ini memiliki signifikansi strategis bagi Malaysia, tidak hanya dalam meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi, tetapi juga dalam mengurangi emisi karbon hingga satu juta ton CO2 per tahun saat mulai beroperasi penuh pada tahun 2027.

Dua titik proyek yang berhasil diselesaikan PLN NPC lebih cepat dari jadwal adalah Feeder Station (FS) 01 di Tunjung, Kelantan, yang rampung 15 hari lebih awal, dan FS 09 di Jambu Rias, Pahang, yang mencatat percepatan signifikan dengan selesai satu bulan lebih cepat dari target. Keberhasilan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan kelistrikan di Malaysia.

Tn Azreen Bin Othman, Head Project Management Office TNB, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian PLN. Ia menekankan bahwa penyelesaian koneksi dari Pencawang Masuk Utama (Gardu Induk) Tunjung hingga FS 01 dan FS 09 merupakan bagian krusial dalam sistem elektrifikasi ECRL. "Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Kami melihat PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas," ujarnya. Apresiasi ini menjadi bukti pengakuan atas profesionalisme, kualitas pekerjaan, dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh tim PLN dalam menyelesaikan proyek ini.

Kontribusi Nyata Indonesia dalam Mendukung Transportasi Berkelanjutan di ASEAN

Keberhasilan PLN dalam proyek ECRL ini tidak hanya menguntungkan Malaysia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi Indonesia. Hal ini menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam mendukung pembangunan infrastruktur transportasi rendah karbon di kawasan Asia Tenggara. Proyek ini menjadi bukti bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia mampu bersaing dan memberikan nilai tambah dalam proyek-proyek strategis di tingkat regional.

Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud konkret dari transformasi dan ekspansi global PLN. "Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa di level dunia," jelasnya. Pernyataan ini mencerminkan visi PLN untuk menjadi perusahaan energi terkemuka di Asia Tenggara, bahkan di tingkat global.

Dalam proyek ECRL, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). PLN NP berperan dalam pengadaan peralatan utama, sementara PLN NPC bertanggung jawab dalam pengadaan peralatan pendukung dan mengeksekusi pekerjaan konstruksi serta pelaksanaan komisioning. Pembagian peran yang jelas dan sinergi yang kuat antar unit bisnis di dalam PLN Group menjadi kunci keberhasilan dalam menyelesaikan proyek ini dengan sukses.

Secara teknis, PLN Group mengerjakan empat dari total 10 Feeder Station dalam proyek ECRL, yaitu FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada Juni . Dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, PLN Group optimistis dapat menyelesaikan sisa pekerjaan sesuai target dan memberikan kontribusi maksimal dalam mewujudkan proyek ECRL sebagai infrastruktur transportasi modern dan berkelanjutan di Malaysia.