Menjelang Ramadan dan perayaan Idul Fitri 2026, PT PLN (Persero) mengambil langkah proaktif untuk memastikan kelancaran perjalanan mudik bagi para pengguna . Dengan memprediksi peningkatan signifikan dalam mobilitas masyarakat, terutama di jalur-jalur utama penghubung kota-kota besar, PLN gencar melakukan persiapan intensif terkait infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik (EV). Fokus utama persiapan ini adalah koridor strategis yang membentang dari hingga Denpasar, Bali, sebuah jalur yang diprediksi akan mengalami lonjakan lalu lintas signifikan selama periode mudik Lebaran.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, terjun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendalam terhadap kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur tersebut. Tindakan ini mencerminkan komitmen serius PLN dalam memberikan layanan terbaik dan memastikan pengalaman mudik yang nyaman dan tanpa hambatan bagi para pengguna kendaraan listrik.

Inspeksi yang dilakukan oleh Adi Priyanto tidak hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah proses evaluasi komprehensif untuk mengidentifikasi potensi masalah dan memastikan bahwa setiap SPKLU beroperasi dalam kondisi optimal. Beliau didampingi oleh jajaran Direktorat Retail dan Niaga PLN, yang bersama-sama meninjau secara seksama berbagai aspek operasional SPKLU, mulai dari ketersediaan daya, kondisi peralatan pengisian, hingga fasilitas pendukung seperti area istirahat dan toilet.

Dalam peninjauannya, Adi Priyanto menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, mengingat tren penggunaan kendaraan listrik yang terus meningkat, termasuk untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran. Beliau menyatakan bahwa PLN ingin memastikan secara langsung bahwa seluruh SPKLU di koridor Surabaya hingga Bali beroperasi dengan baik dan siap melayani pengguna kendaraan listrik dengan optimal.

"Kami ingin memastikan secara langsung bahwa seluruh SPKLU di koridor Surabaya hingga Bali beroperasi dengan baik dan siap melayani pengguna kendaraan listrik. Tren penggunaan kendaraan listrik terus meningkat, termasuk untuk perjalanan jarak jauh saat musim mudik Lebaran," ujar Adi Priyanto dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini menegaskan komitmen PLN untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin beralih ke kendaraan listrik.

Kegiatan pengecekan ini merupakan bagian dari strategi PLN untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pengisian daya kendaraan listrik selama periode mudik Lebaran. PLN menyadari bahwa ketersediaan infrastruktur pengisian yang memadai adalah kunci utama untuk mendukung mobilitas masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik. Oleh karena itu, PLN terus berupaya untuk memperluas jaringan SPKLU dan meningkatkan kapasitas pengisian daya di lokasi-lokasi strategis.

Lebih lanjut, PLN tidak hanya fokus pada ketersediaan SPKLU, tetapi juga pada kualitas layanan yang diberikan. PLN memastikan bahwa setiap SPKLU dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai, seperti area istirahat yang nyaman, toilet bersih, dan koneksi internet yang stabil. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman pengisian daya yang menyenangkan dan memuaskan bagi para pengguna kendaraan listrik.

Selain itu, PLN juga terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi operasional SPKLU. PLN menggunakan teknologi canggih untuk memantau kinerja SPKLU secara real-time dan melakukan perawatan preventif secara berkala. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan potensi gangguan dan memastikan bahwa SPKLU selalu dalam kondisi siap pakai.

Secara nasional, PLN telah melakukan besar-besaran untuk mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik. Hingga saat ini, PLN bersama mitra telah menyediakan 4.769 unit EV charger yang tersebar di 3.078 lokasi di seluruh Indonesia. Infrastruktur ini terdiri dari berbagai tipe pengisian daya, mulai dari Ultra Fast Charging, Fast Charging, Medium Charging hingga Standard Charging, yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna kendaraan listrik.