Jakarta, [Tanggal Saat Ini] – PT PLN Indonesia Power (PLN IP), anak perusahaan PT PLN (Persero) yang fokus pada pembangkitan listrik, mencatatkan kinerja gemilang di tahun 2025 dalam upaya transisi energi menuju sumber-sumber yang lebih berkelanjutan. Perusahaan berhasil memproduksi listrik dari energi bersih berbasis biomassa sebesar 1.101,59 Gigawatt hour (GWh), melampaui target yang ditetapkan dan menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 16% dibandingkan produksi tahun 2024. Capaian ini menandai langkah maju yang substansial dalam komitmen PLN IP untuk mendukung target pemerintah dalam bauran energi baru terbarukan (EBT) dan pengurangan emisi karbon nasional.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini, menekankan bahwa hal tersebut merupakan buah dari kerja keras dan konsistensi perusahaan dalam mengimplementasikan solusi transisi energi yang terukur dan berkelanjutan. "Capaian produksi energi bersih sebesar 1.101,59 GWh ini adalah bukti nyata komitmen PLN Indonesia Power dalam mengakselerasi bauran energi hijau. Kami tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi energi bersih, tetapi juga memastikan bahwa keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri," ujar Bernadus dalam keterangan resminya.
Peningkatan produksi listrik biomassa ini didorong oleh optimalisasi implementasi program co-firing biomassa di seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dikelola oleh PLN IP. Co-firing adalah proses pembakaran campuran antara batubara dan biomassa dalam PLTU, yang memungkinkan pengurangan penggunaan batubara dan emisi karbon tanpa memerlukan investasi besar dalam pembangunan pembangkit listrik baru berbasis EBT.
Pemanfaatan Limbah Biomassa: Mendukung Ekonomi Sirkular
Keberhasilan PLN IP dalam memproduksi listrik biomassa juga tidak terlepas dari strategi cerdas dalam pemanfaatan limbah pertanian dan industri sebagai bahan bakar. Sepanjang tahun 2025, perusahaan telah memanfaatkan sebanyak 1.140.253 ton biomassa yang bersumber dari berbagai jenis limbah, termasuk serbuk kayu (sawdust), cangkang sawit, pellet tandan kosong kelapa sawit, sekam padi, woodchip, wood pellet, bonggol jagung, limbah racik uang kertas, serta bahan bakar jumputan padat (BBJP).
Pemanfaatan limbah biomassa ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, tetapi juga mendukung implementasi prinsip ekonomi sirkular. Dengan mengonversi limbah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi sumber energi alternatif, PLN IP berkontribusi pada pengurangan timbulan sampah, penciptaan lapangan kerja lokal, dan peningkatan pendapatan masyarakat di sekitar wilayah operasional PLTU.
"Kami sangat serius dalam mengembangkan rantai pasok biomassa yang berkelanjutan. Kami bekerja sama dengan petani, kelompok tani, dan industri lokal untuk memastikan ketersediaan pasokan biomassa yang terjamin dan berkualitas," jelas Bernadus. "Selain itu, kami juga memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat agar mereka dapat memproduksi biomassa secara efisien dan ramah lingkungan."
Pengurangan Emisi Karbon yang Signifikan
Selain meningkatkan produksi energi bersih, implementasi co-firing biomassa juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan emisi karbon. Hingga akhir tahun 2025, PLN IP berhasil menekan emisi karbon sebesar 1.259.696 ton CO₂ avoided, meningkat 16% dibandingkan tahun 2024. Pencapaian ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mendukung target penurunan emisi nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia, serta berkontribusi pada upaya global dalam mengatasi perubahan iklim.