Jakarta – PT Pertamina International Shipping (PIS), sebagai garda terdepan dalam pengangkutan energi Pertamina, meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah proaktif untuk memastikan keselamatan seluruh pekerja, kru kapal, serta keamanan operasional armada di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Eskalasi konflik yang terjadi di wilayah tersebut menjadi perhatian utama perusahaan, mendorong PIS untuk menerapkan protokol keselamatan yang lebih ketat dan melakukan pemantauan intensif terhadap seluruh aset dan personel yang berada di area terdampak.
Sebagai perusahaan yang memiliki jangkauan operasional global, PIS menyadari sepenuhnya potensi risiko yang timbul akibat instabilitas regional. Timur Tengah, sebagai salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, menjadi area krusial bagi kelancaran rantai pasok energi global, termasuk bagi Indonesia. Oleh karena itu, PIS menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap pengambilan keputusan dan operasionalnya.
Kantor Cabang di Dubai dalam Pengawasan Ketat
Kehadiran kantor cabang PIS di Dubai, Uni Emirat Arab, melalui PIS Middle East (PIS ME), menjadi aset penting dalam memantau situasi dan memberikan dukungan langsung kepada para pekerja dan keluarga mereka yang berada di wilayah tersebut. Saat ini, PIS ME menaungi 30 orang pekerja beserta keluarga mereka. PIS secara aktif memastikan bahwa seluruh pekerja dan keluarga dalam kondisi aman dan terus mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan situasi.
"Kondisi para pekerja dan keluarga PIS Middle East saat ini dipastikan dalam kondisi aman, dan perusahaan terus memantau situasi di Dubai," ujar Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, dalam keterangan resminya. "Para pekerja kami juga mengikuti imbauan Kedutaan Besar Indonesia di sana untuk terus meningkatkan kewaspadaan, lapor diri, dan menghubungi hotline KBRI maupun KJRI jika terjadi situasi kedaruratan."
Vega menambahkan bahwa PIS secara aktif berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di wilayah terkait untuk mendapatkan informasi terbaru dan memastikan bahwa seluruh pekerja dan keluarga mendapatkan perlindungan yang memadai. Koordinasi ini mencakup pemantauan terhadap peringatan keamanan yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dan penyediaan informasi kontak darurat yang dapat dihubungi jika terjadi situasi yang tidak diinginkan.
Fokus Utama: Keselamatan Pekerja, Kru Kapal, dan Keamanan Operasional Armada
Dalam situasi yang penuh ketidakpastian, PIS menegaskan bahwa fokus utama perusahaan adalah memastikan keselamatan pekerja dan kru kapal serta menjaga keamanan operasional armada yang berada di jalur strategis. PIS memahami bahwa keselamatan adalah fondasi dari keberhasilan operasional dan berkomitmen untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi seluruh karyawan, baik di darat maupun di laut.
Untuk mencapai tujuan ini, PIS telah menerapkan serangkaian langkah-langkah proaktif, termasuk: