Menjelang perayaan Idul Fitri , Direksi , sebagai bagian integral dari Subholding Downstream Pertamina, mengambil langkah proaktif untuk memastikan kelancaran dan ketahanan pasokan energi di seluruh negeri. Persiapan intensif ini difokuskan pada penguatan rantai distribusi energi, mulai dari infrastruktur transportasi laut yang vital, optimalisasi distribusi melalui armada mobil tangki, hingga peningkatan kualitas pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (). Langkah-langkah strategis ini dirancang untuk mengantisipasi lonjakan permintaan energi yang biasanya terjadi selama periode , sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang dan nyaman.

Sebagai bagian dari upaya komprehensif ini, jajaran Direksi Pertamina Patra Niaga melakukan kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah, untuk meninjau langsung operasional dan kesiapan infrastruktur energi di wilayah tersebut. Semarang dipilih sebagai lokasi tinjauan karena posisinya yang strategis sebagai salah satu pusat distribusi energi utama di Pulau Jawa, serta perannya yang krusial dalam mendukung kebutuhan energi masyarakat selama musim mudik.

Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menekankan pentingnya transportasi laut dalam menjaga ketahanan energi nasional, terutama mengingat karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Dengan ribuan pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, Indonesia sangat bergantung pada transportasi laut untuk mendistribusikan energi ke seluruh pelosok negeri.

"Saat ini, Subholding Downstream mengoperasikan tidak kurang dari 345 unit armada kapal, dan jumlah ini dapat terus bertambah sesuai dengan kebutuhan yang berkembang," ujar Arif Yunianto. Armada kapal ini memiliki peran vital dalam mengangkut berbagai jenis energi, mulai dari minyak mentah sebagai bahan baku utama, produk Bahan Bakar Minyak (BBM) yang esensial untuk transportasi dan industri, hingga Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang menjadi sumber energi utama bagi rumah tangga dan sektor komersial.

Arif Yunianto menambahkan bahwa sekitar 60% distribusi LPG di wilayah Jawa Tengah disokong oleh armada kapal. Fakta ini menegaskan betapa krusialnya peran transportasi laut dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat di provinsi tersebut. "Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau, sehingga peran kapal menjadi urat nadi yang tidak boleh putus. Kelancaran operasional armada kapal adalah kunci untuk menjaga stabilitas pasokan energi di seluruh negeri," tegasnya.

Kunjungan kerja ini juga dihadiri oleh Direktur Keuangan Pertamina Patra Niaga, Bagus Agung Rahadiansyah. Kehadiran Direktur Keuangan menunjukkan komitmen perusahaan untuk memastikan ketersediaan anggaran yang memadai untuk mendukung operasional dan pemeliharaan armada kapal, serta dalam pengembangan infrastruktur energi yang lebih modern dan efisien.

Dalam kunjungan tersebut, Direksi Pertamina Patra Niaga berkesempatan untuk meninjau langsung Kapal LPG Gas Walio yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Kapal LPG ini merupakan salah satu armada penting dalam jaringan distribusi LPG di Jawa Tengah. Direksi menyapa langsung Kapten La Ode Abdul Syawal beserta seluruh kru kapal, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam menjaga kelancaran pasokan energi.

Selain berinteraksi dengan kru kapal, Direksi juga meninjau berbagai fasilitas operasional kapal, termasuk Cargo Control Room (CCR). CCR adalah pusat kendali yang memantau seluruh proses bongkar muat LPG, memastikan keamanan dan efisiensi operasional. Direksi juga mengunjungi Engine Control Room (ECR), yang berfungsi sebagai pusat pengawasan mesin kapal. Di ECR, para ahli mesin memantau kinerja mesin utama dan sistem pendukung lainnya, memastikan kapal beroperasi dengan optimal dan aman.

Pengecekan mesin utama dan ruang nahkoda juga menjadi bagian dari agenda kunjungan. Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh peralatan dan sistem kapal berfungsi dengan baik, serta untuk memastikan kondisi kerja yang aman dan nyaman bagi para kru.