Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatatkan lonjakan signifikan pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026. Kenaikan harga perak Antam ini sejalan dengan tren positif yang dialami oleh harga emas Antam dan harga perak global. Data dari laman logammulia.com menunjukkan bahwa harga perak Antam naik sebesar Rp 700, menjadi Rp 55.400 per gram, dibandingkan dengan harga sebelumnya yang berada di level Rp 54.700.
Antam sendiri menawarkan berbagai pilihan perak batangan dengan berat 250 gram dan 500 gram, serta perak butiran murni dengan kadar 99,95%. Sementara itu, di pasar spot global, harga perak juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Mengutip data dari CNBC, harga perak di pasar spot naik sebesar 2,7% menjadi USD 89,39 pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026.
Lonjakan harga perak ini menarik perhatian para investor dan analis pasar. Kristy Akullian, Head of iShares Investment Strategy for the Americas BlackRock, memberikan pandangannya mengenai dinamika pasar logam mulia saat ini. Menurutnya, logam mulia telah mengalami kenaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun pasar telah memasuki fase siklus yang lebih fluktuatif, Akullian meyakini bahwa pasar bullish masih jauh dari kata selesai.
"Setelah kenaikan rekor dan penurunan tajam, ke mana arah logam mulia selanjutnya? Dan bagaimana logam mulia cocok dalam portofolio investor?" ujar Akullian, seperti dikutip dari Kitco. Pertanyaan ini menjadi krusial bagi para investor yang ingin memahami potensi investasi di sektor logam mulia.
Akullian menyoroti pergerakan harga dan volatilitas logam mulia yang signifikan. Harga emas, misalnya, telah melonjak sebesar 75% dalam setahun terakhir, bahkan sempat melampaui angka USD 5.000 per ounce untuk pertama kalinya pada bulan Januari sebelum akhirnya mengalami penurunan sebesar 12% di akhir bulan. "Permintaan emas meningkat pesat karena berbagai faktor, mulai dari bank sentral hingga kripto," jelasnya.
Sementara itu, harga perak mencatatkan kenaikan yang lebih fantastis, yaitu sebesar 148% pada tahun 2025, dan bertambah 19% lagi pada bulan Januari 2026, meskipun sempat terkoreksi sebesar 26% pada tanggal 30 Januari. Lonjakan harga perak ini mencerminkan permintaan investor dan industri yang kuat, serta pasar yang cenderung kurang likuid dibandingkan dengan emas.
"Volatilitas emas dan perak telah melonjak masing-masing 46% dan 106% sepanjang tahun ini, memperkuat reli ini kuat tetapi bukan tanpa risiko," kata Akullian. Volatilitas yang tinggi ini menunjukkan bahwa investasi di logam mulia, khususnya perak, memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan harga.
Tiga Katalis Utama Pendorong Harga Emas dan Perak
Akullian mengidentifikasi tiga katalis utama yang mendorong kinerja emas dan perak dalam beberapa waktu terakhir.