Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – PT Pertamina EP (PEP) Zona 4, melalui PEP Limau Field, mengumumkan pencapaian gemilang dalam peningkatan produksi minyak mentah yang signifikan dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tanggal 27 Februari 2026, produksi minyak di lapangan tersebut berhasil menembus angka 5.102 barel per hari (BOPD), sebuah lompatan besar dibandingkan dengan angka 3.658 BOPD yang tercatat pada tanggal 16 Januari 2026. Pencapaian ini bukan hanya sekadar angka, melainkan sebuah indikator keberhasilan strategi intensifikasi yang diterapkan, serta kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
Peningkatan produksi yang dramatis ini menjadi angin segar bagi PEP Zona 4 di awal tahun 2026, dan menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung target produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Di tengah tantangan global dan dinamika pasar energi yang terus berubah, pencapaian PEP Limau Field menjadi bukti bahwa dengan inovasi, strategi yang tepat, dan kolaborasi yang solid, target ambisius dapat diraih.
General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini. "Peningkatan produksi di Limau Field adalah buah dari konsistensi dan kerja keras seluruh tim PEP Zona 4 dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produksi migas nasional. Kami sangat menyadari pentingnya peran kami dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, dan pencapaian ini adalah langkah signifikan menuju tujuan tersebut," ujarnya.
Lebih lanjut, Djudjuwanto menekankan bahwa peningkatan produksi ini tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada kualitas dan keberlanjutan. PEP Zona 4 berkomitmen untuk menjalankan operasional dengan standar keselamatan kerja (HSSE) yang ketat, serta menjalin kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
"Keselamatan kerja dan operasional selalu menjadi prioritas utama kami. Kami percaya bahwa peningkatan produksi harus sejalan dengan praktik-praktik yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kami juga sangat berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan oleh para pemangku kepentingan, yang memungkinkan kami untuk menjalankan operasional dengan lancar dan kondusif," tambah Djudjuwanto.
Strategi di Balik Peningkatan Produksi: Fokus pada Sumur Baru dan Intervensi Sumur
Reza Nur Ardianto, Senior Manager Subsurface Development & Planning PHR Zona 4, menjelaskan secara rinci strategi yang diterapkan untuk mencapai peningkatan produksi yang signifikan ini. Kunci utama dari keberhasilan ini adalah fokus pada dua pendekatan utama: pengeboran sumur baru dan intervensi sumur (well intervention).
Dalam sebulan terakhir, PEP Limau Field telah berhasil menyelesaikan pekerjaan di tiga sumur yang memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi. Salah satu yang paling menonjol adalah penemuan sumur TMB-026 di Struktur Tanjung Miring Barat. Pengeboran sumur ini dimulai pada tanggal 22 Januari 2026, dan setelah melalui serangkaian pengujian, sumur ini menunjukkan kapasitas produksi minyak yang menjanjikan, yaitu 554 BOPD pada uji alir awal yang dilakukan pada tanggal 16 Februari 2026.
"Penemuan sumur TMB-026 ini adalah bukti bahwa potensi migas di wilayah kerja kami masih sangat besar. Kami akan terus melakukan eksplorasi dan pengeboran untuk menemukan sumber-sumber baru yang dapat mendukung peningkatan produksi di masa depan," ujar Reza.