Jakarta, [Tanggal Hari Ini] – PT Pegadaian (Persero) menunjukkan performa gemilang di tahun 2025, mencatatkan pertumbuhan aset yang signifikan hingga mencapai Rp 152 triliun. Kinerja keuangan yang solid ini didukung oleh peningkatan outstanding pembiayaan yang mencapai Rp 126 triliun, serta laba bersih yang melesat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Prestasi ini semakin mengukuhkan posisi Pegadaian sebagai salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia, sekaligus menegaskan perannya sebagai "Indonesia Bank Emas" yang terpercaya.

Damar Latri Setiawan, Direktur Utama Pegadaian, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa ini. Dalam acara One Year Bullion Business Activity yang diselenggarakan pada Jumat, 6 Maret , Damar menyampaikan bahwa pertumbuhan pesat yang dialami Pegadaian di tahun 2025 merupakan hasil kerja keras seluruh tim dan kepercayaan yang diberikan oleh jutaan nasabah di seluruh Indonesia.

"Alhamdulillah, dengan predikat sebagai Indonesia Bank Emas, Pegadaian berhasil mencatatkan pertumbuhan yang sangat pesat di tahun 2025. Aset kami tumbuh sangat kencang menjadi Rp 152 triliun dan outstanding mencapai Rp 126 triliun," ujar Damar dengan penuh semangat.

Laba Bersih Melonjak Tajam, Jumlah Nasabah Meroket

Lebih lanjut, Damar menjelaskan bahwa pertumbuhan laba bersih perusahaan mencapai Rp 8,35 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu lebih dari 42%, dibandingkan dengan perolehan laba bersih pada tahun sebelumnya. Peningkatan laba bersih ini mencerminkan efisiensi operasional dan strategi bisnis yang tepat sasaran yang diterapkan oleh manajemen Pegadaian.

Selain pertumbuhan laba bersih, Pegadaian juga mencatatkan peningkatan jumlah nasabah yang sangat signifikan. Hingga akhir tahun 2025, jumlah nasabah Pegadaian telah mencapai 31 juta orang. Peningkatan jumlah nasabah ini menunjukkan bahwa layanan dan produk yang ditawarkan oleh Pegadaian semakin diminati oleh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Hal ini juga membuktikan bahwa Pegadaian berhasil menjangkau dan memberikan solusi keuangan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat.

Kualitas Pembiayaan Terjaga, NPL Sangat Rendah

Salah satu faktor penting yang menunjang kinerja positif Pegadaian adalah kualitas pembiayaan yang terjaga dengan baik. Pegadaian berhasil mencatatkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang sangat rendah, yaitu hanya sekitar 0,3%. Angka ini jauh di bawah batas aman yang ditetapkan oleh regulator, dan menunjukkan bahwa Pegadaian sangat berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan serta memiliki sistem pengelolaan risiko yang efektif.

"Kalau ditanya aman atau tidak, sangat aman. NPL kami hanya sekitar 0,3%," tegas Damar. Rendahnya angka NPL ini memberikan keyakinan kepada para pemangku kepentingan, termasuk investor dan nasabah, bahwa Pegadaian merupakan lembaga keuangan yang sehat dan stabil.