Jakarta, Indonesia – Pasar minyak global mengalami gejolak dahsyat pada Selasa, 10 Maret , dengan harga minyak mentah mengalami penurunan lebih dari 10% dalam satu hari perdagangan. Koreksi harga yang dramatis ini dipicu oleh kombinasi faktor, terutama kekhawatiran yang mendalam mengenai gangguan pasokan akibat konflik yang sedang berlangsung di Iran, serta ekspektasi pasar terhadap intervensi global melalui pelepasan cadangan minyak strategis.

Penurunan tajam ini terjadi setelah reli harga yang signifikan, di mana harga minyak sempat melonjak mendekati angka USD 120 per barel pada awal pekan. Lonjakan tersebut merupakan respons langsung terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, yang mengancam stabilitas produksi dan distribusi minyak global.

Menurut data perdagangan, harga minyak Brent, tolok ukur internasional, anjlok sebesar 10,47% menjadi USD 88,60 per barel pada pukul 10:59 pagi waktu bagian timur (ET). Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat mengalami penurunan yang lebih tajam, terpangkas 11,24% menjadi USD 84,12 per barel.

Pelepasan Cadangan Minyak Strategis: Senjata Pamungkas untuk Menstabilkan Pasar?

Salah satu faktor utama yang mendorong penurunan harga adalah antisipasi pasar terhadap pelepasan cadangan minyak mentah darurat oleh negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA). IEA, sebuah organisasi antar pemerintah yang beranggotakan lebih dari 30 negara maju di Eropa, Amerika Utara, dan Asia Timur Laut, dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan luar biasa pada hari Selasa untuk membahas kemungkinan intervensi tersebut.

Negara-negara anggota IEA secara kolektif menyimpan sekitar 1,2 miliar barel minyak sebagai cadangan strategis. Cadangan ini dirancang untuk digunakan dalam keadaan darurat, seperti gangguan pasokan yang signifikan akibat bencana alam, konflik geopolitik, atau krisis lainnya. Pelepasan cadangan minyak strategis dianggap sebagai langkah drastis yang dapat memberikan bantuan sementara ke pasar yang kekurangan pasokan dan membantu menstabilkan harga.

Namun, efektivitas pelepasan cadangan strategis sebagai solusi jangka panjang masih diperdebatkan. Beberapa analis berpendapat bahwa pelepasan cadangan hanya dapat memberikan bantuan sementara dan tidak dapat mengatasi akar masalah, yaitu gangguan pasokan yang disebabkan oleh perang Iran. Yang lain percaya bahwa pelepasan cadangan dapat mengirimkan sinyal yang kuat ke pasar dan membantu menenangkan kekhawatiran investor, yang pada gilirannya dapat membantu menstabilkan harga.

Perang Iran: Krisis Pasokan Terbesar dalam Sejarah Minyak?

Perang di Iran telah menciptakan ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar minyak global. Menurut analisis dari Rapidan Energy, konflik tersebut telah memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah minyak. Kerusakan infrastruktur minyak, pembatasan pengiriman, dan risiko serangan terhadap kapal tanker telah menyebabkan penurunan tajam dalam produksi dan ekspor minyak Iran.