(BI) menyampaikan proyeksi optimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah, menunjukkan keyakinan akan ketahanan dan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan. Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, BI melihat fondasi ekonomi Indonesia tetap kokoh dan memiliki potensi untuk terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Proyeksi ini didasarkan pada sejumlah faktor, termasuk stabilitas makroekonomi, neraca pembayaran yang sehat, dan upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Prospek Pertumbuhan Ekonomi yang Meningkat

Dalam proyeksi terbarunya, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun akan berada dalam kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen. Angka ini mencerminkan ekspektasi pertumbuhan yang solid, didorong oleh berbagai faktor seperti peningkatan , konsumsi domestik yang kuat, dan kinerja ekspor yang kompetitif. Lebih lanjut, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi akan meningkat pada tahun 2027, menunjukkan momentum positif yang berkelanjutan. Proyeksi ini memberikan sinyal positif bagi pelaku bisnis dan investor, mengindikasikan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik dengan potensi pertumbuhan yang signifikan.

Pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan ini juga didukung oleh upaya pemerintah dalam mendorong reformasi struktural, meningkatkan infrastruktur, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kebijakan-kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Selain itu, BI juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan inflasi yang terkendali untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Inflasi Terkendali: Pilar Stabilitas Ekonomi

Salah satu faktor kunci dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi yang optimis ini adalah kemampuan Bank Indonesia untuk menjaga inflasi tetap terkendali sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Inflasi yang stabil dan rendah merupakan prasyarat penting untuk menciptakan kepastian bagi pelaku bisnis dan konsumen, serta mendukung daya beli masyarakat. BI berkomitmen untuk terus memantau perkembangan inflasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga.

Upaya pengendalian inflasi ini dilakukan melalui berbagai instrumen kebijakan moneter, termasuk pengaturan suku bunga, pengelolaan likuiditas, dan komunikasi yang efektif dengan publik. Selain itu, koordinasi yang erat dengan pemerintah dan lembaga terkait juga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga, terutama dalam menghadapi tekanan inflasi yang berasal dari faktor eksternal seperti kenaikan harga komoditas global.

Ketahanan Eksternal yang Kokoh di Tengah Gejolak Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bank Indonesia menilai bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap kuat. Hal ini tercermin dari Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang tetap sehat, didukung oleh kinerja neraca perdagangan yang solid. NPI yang sehat menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengelola transaksi keuangan dengan negara lain secara efektif, termasuk ekspor-impor barang dan jasa, investasi, dan transfer .