Kabar gembira bagi para pemudik yang berencana menghabiskan Hari Raya Idul Fitri di kampung halaman! Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) -DIY mengumumkan bahwa sebagian ruas Tol Bawen-Yogyakarta ditargetkan dapat difungsikan secara terbatas mulai H-10 . Langkah ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di Simpang Bawen, titik pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah.

Kepala BBPJN Jawa Tengah-DIY, Moch Iqbal Tamher, menjelaskan bahwa dengan dibukanya akses keluar di Ambarawa, pemudik yang hendak menuju Magelang maupun jalur tengah Jawa tidak perlu lagi keluar di Bawen. Selama ini, Simpang Bawen menjadi titik krusial yang seringkali mengalami kemacetan parah, terutama saat musim . Pertemuan arus kendaraan dari Tol Bawen dan jalur nasional menuju Magelang serta jalur tengah Jawa menyebabkan penumpukan yang signifikan.

"Jadi, pemudik yang menuju Magelang ataupun menuju jalur tengah bisa langsung keluarnya di Ambarawa tanpa keluar dari Bawen," ujar Iqbal, memberikan gambaran jelas mengenai manfaat fungsionalisasi sebagian ruas tol ini. Dengan adanya akses keluar di Ambarawa, diharapkan volume kendaraan yang menumpuk di Simpang Bawen dapat berkurang secara signifikan, sehingga memperlancar arus lalu lintas secara keseluruhan.

BBPJN juga telah menjalin koordinasi intensif dengan Korlantas Polri serta pengelola proyek Tol Bawen-Yogyakarta untuk memastikan ruas tol ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai jalur alternatif selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Koordinasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengaturan lalu lintas, penempatan petugas keamanan, hingga penyediaan fasilitas pendukung seperti rambu-rambu dan penerangan jalan.

Meskipun sebagian jalur ditargetkan fungsional pada Lebaran 2026, Iqbal mengakui bahwa progres keseluruhan proyek Tol Bawen-Yogyakarta masih membutuhkan waktu yang cukup lama. Ia menjelaskan bahwa pembangunan pada segmen wilayah Magelang hingga Seksi 4 dan Seksi 5 menuju Jambu diperkirakan baru akan rampung pada tahun 2028 atau bahkan 2029.

"Untuk progres Tol Bawen–Yogya ini memang masih lama, khususnya di segmen daerah Magelang menuju Seksi 4 ataupun Seksi 5. Itu daerah Magelang sampai Jambu karena wilayah pegunungan. Targetnya masih di 2028 ataupun 2029," ungkap Iqbal, memberikan penjelasan mengenai tantangan yang dihadapi dalam pembangunan tol di wilayah pegunungan.

Kondisi geografis pegunungan menjadi kendala utama dalam pembangunan infrastruktur tol ini. Faktor kontur tanah yang tidak stabil dan kebutuhan konstruksi khusus membuat proses pengerjaan memerlukan waktu yang lebih panjang dan biaya yang lebih besar dibandingkan pembangunan di wilayah dataran. Selain itu, pembangunan di wilayah pegunungan juga memerlukan perhatian khusus terhadap aspek lingkungan, seperti pencegahan longsor dan erosi.

Meskipun demikian, pemerintah tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek Tol Bawen-Yogyakarta sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Kehadiran tol ini diharapkan tidak hanya mempermudah aksesibilitas antar wilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur yang dilalui. Tol Bawen-Yogyakarta akan menjadi tulang punggung transportasi yang menghubungkan Jawa Tengah bagian utara dengan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) juga terus berbenah diri untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan kesiapan penuh provinsi dalam menghadapi lonjakan jumlah pemudik yang diperkirakan mencapai 17,7 juta orang. Angka ini didasarkan pada proyeksi yang menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan favorit mudik Lebaran secara nasional, dengan total pergerakan mencapai 38,71 juta orang.