Program ambisius pembangunan 3 juta rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden terpilih mendapatkan angin segar dari sektor swasta. Langkah konkret ini diwujudkan melalui hibah lahan seluas 31,3 hektare dari pendiri Lippo Group, Mochtar Riady. Lahan yang diperkirakan bernilai fantastis, mencapai Rp6,2 triliun, ini akan diperuntukkan bagi pembangunan apartemen subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Hibah ini bukan sekadar simbolis. Lahan strategis di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, ini akan menjadi lokasi pembangunan kawasan hunian vertikal yang direncanakan terdiri dari puluhan tower apartemen dengan total mencapai 126.000 unit. Skala proyek yang masif ini mencerminkan komitmen kuat dari pihak swasta untuk mendukung program pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan yang masih menjadi permasalahan pelik di Indonesia.

Penyerahan surat hibah dilakukan secara langsung oleh Mochtar Riady kepada Kepala Badan Pengelola (BKI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani. Acara seremonial ini turut disaksikan oleh Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo, serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, menandakan keseriusan pemerintah dalam mengawal proyek strategis ini.

Danantara, sebagai pengembang yang ditunjuk, menargetkan proyek apartemen subsidi ini akan rampung pada tanggal bersejarah, 17 Agustus 2028. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase, dengan fase pertama membutuhkan investasi senilai Rp14 triliun hingga Rp16 triliun. Groundbreaking apartemen MBR telah dilakukan di Meikarta, Cikarang, Bekasi, pada Minggu, 8 Maret , dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteri PKP Maruarar Sirait, Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie, serta berbagai pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Menurut Rosan Roeslani, hibah lahan seluas 31,3 hektare ini akan menjadi katalisator untuk mempercepat penyediaan hunian terjangkau bagi masyarakat. Proyek ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan perumahan yang mendesak, terutama bagi MBR yang seringkali kesulitan mengakses perumahan yang layak dan terjangkau.

Menteri PKP Maruarar Sirait menjelaskan lebih lanjut mengenai nilai hibah lahan yang mencapai Rp6,2 triliun. "Tanahnya sekitar 31,3 ha. Kalau dihitung dengan nilai sekitar Rp20 juta per meter persegi, nilai totalnya kurang lebih Rp6,2 triliun," ujarnya. Ia menambahkan bahwa proyek apartemen subsidi ini akan dibangun secara bertahap hingga mencapai sekitar 126 ribu unit hunian, yang akan menampung masyarakat berpenghasilan rendah di lebih dari 50 tower apartemen.

Rosan Roeslani menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk dukungan konkret terhadap program nasional pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. "Yang penting hari ini adalah Danantara mendukung program pemerintah dan memulai langkah awal pada hari ini dan yang akan mengerjakan proyek ini," kata Rosan.

Maruarar Sirait memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam mendorong realisasi proyek ini, terutama kepada Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo dan CEO Danantara Rosan Roeslani. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta merupakan kunci untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat, sebuah sinergi yang sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah perumahan di Indonesia.

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menyampaikan bahwa program pembangunan 3 juta rumah bukan hanya sekadar upaya menyediakan hunian, tetapi juga merupakan strategi besar untuk menggerakkan perekonomian nasional. "Ini benar-benar contoh Indonesia Incorporated ketika pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak bergerak bersama untuk kepentingan bangsa," kata Hashim.