MEDIAKOMPETEN.CO.ID - Dejan Kulusevski, penyerang sayap andalan Tottenham Hotspur, kembali menjadi perbincangan hangat setelah sekian lama menghilang dari daftar susunan pemain. Namun, kembalinya nama sang pemain ke permukaan justru membawa kabar yang kurang menyenangkan bagi para pendukung klub asal London Utara tersebut.

Pemain berkebangsaan Swedia ini dilaporkan tengah menghadapi kendala baru terkait kondisi lututnya yang belum kunjung pulih total. Situasi ini menambah panjang daftar absensi sang pemain yang sudah melewatkan sebagian besar kompetisi pada musim ini.

Berdasarkan catatan medis, Kulusevski harus menepi dari lapangan hijau setelah menjalani prosedur operasi pada bagian patela lutut kanannya. Langkah pembedahan tersebut diambil sebagai upaya untuk memperbaiki kerusakan jaringan yang dialaminya.

"Kulusevski mendapatkan cedera serius tersebut pada Mei tahun lalu setelah menerima pelanggaran dari Marc Guehi yang saat itu masih memperkuat Crystal Palace," dilansir dari laporan perkembangan cedera pemain.

Sejatinya, tim medis sempat memberikan harapan bahwa proses rehabilitasi sang pemain akan berjalan sesuai jadwal. Target awal untuk kembali merumput bahkan sempat ditetapkan pada akhir Desember tahun lalu demi memperkuat kedalaman skuad.

"Meskipun sempat ditargetkan kembali pada akhir Desember, namun hingga kini belum ada tanda-tanda kepastian mengenai kembalinya sang pemain ke skuad utama," dilansir dari sumber informasi internal klub.

Menariknya, di tengah tanda tanya besar mengenai kebugarannya di level klub, Kulusevski justru terlihat muncul di lokasi yang berbeda. Sang pemain tampak hadir dalam sesi latihan terbaru bersama Tim Nasional Swedia.

Kehadiran Kulusevski di kamp latihan nasional tersebut bertujuan untuk mempersiapkan diri menjelang laga krusial di babak Playoff Piala Dunia 2026. Pertandingan internasional tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada bulan ini.

Secara analitis, absennya Kulusevski dalam jangka waktu lama memberikan dampak signifikan terhadap kreativitas serangan Tottenham Hotspur. Ketiadaan sang pemain memaksa tim pelatih untuk terus memutar otak dalam menyusun strategi ofensif yang efektif.